30 Sekolah Diduga Berafiliasi dengan Khilafatul Muslimin, P2G: Pemerintah Lalai dalam Pengawasan

Polisi menurunkan papan bertuliskan Khilafatul Muslimin dari kantor cabang kelompok tersebut di Solo, Jawa Tengah. (AntaraFoto)
Polisi menurunkan papan bertuliskan Khilafatul Muslimin dari kantor cabang kelompok tersebut di Solo, Jawa Tengah. (AntaraFoto)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengaku menyesal, lantaran pemerintah yang lalai dalam pengawasan adanya sekolah yang berada di bawah naungan Khilafatul Muslimin.

Kepala Bidang Litbang Pendidikan P2G, Feriyansyah mengatakan, pengawasan dinas pendidikan pun mulai dari level kecamatan, kota/kabupaten sampai provinsi tidak berjalan.

“Ini adalah kesalahan kolektif yang fatal, dan patut menjadi koreksi bersama sekaligus instrospeksi Pemda termasuk Kemdikbudristek,” ujar Feriyansyah.

BACA JUGA:

Ia merekomendasikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbudristek), Kementerian Agama, bersama Pemerintah Daerah (Pemda) meninjau lagi perizinan sekolah madrasah di bawah organisasi ini.

Feriyansyah pun meminta pemerintah menyisir satuan pendidikan yang sudah terpapar dan berpotensi terpapar ideologi radikalisme dan anti Pancasila di seluruh wilayah Indonesia.

Hal ini usai diungkapkannya setelah Polda Metro Jaya menangkap enam orang petinggi ormas Khilafatul Muslimin dan menetapkan mereka sebagai tersangka. Satu di antaranya adalah pendiri sekaligus pemimpin tertinggi Khilafatul Muslimin, yakni Abdul Qadir Hasan Baraja.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*