Dies Natalis ke-62, Unika Atma Jaya Luncurkan Laporan Keberlanjutan, Bangun Kesiapan Masyarakat Pasca Pandemi




Rektor Unika Atma Jaya Dr. Agustinus Prasetyantoko meluncurkan “Laporan Keberlanjutan” Unika Atma Jaya. (Dok.Unika Atma Jaya)
Rektor Unika Atma Jaya Dr. Agustinus Prasetyantoko meluncurkan “Laporan Keberlanjutan” Unika Atma Jaya. (Dok.Unika Atma Jaya)

JAKARTA, KalderaNews.com – Memperingati Dies Natalis ke-62, Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya Jakarta menyiapkan masyarakat pasca pandemi dengan kolaborasi konsep keberanjutan.

Demikian dikatakan Rektor Unika Atma Jaya Dr. Agustinus Prasetyantoko dalam peluncuran “Laporan Keberlanjutan” Unika Atma Jaya yang dikemas dalam bentuk talkshow di kampus Semanggi, Jakarta.

BACA JUGA:

Rektor Unika Prasetyantoko mengatakan, pandemi semestinya menyadarkan umat manusia betapa pentingnya keseimbangan dan keberlanjutan. Krisis yang diakibatkan pandemi merupakan bukti nyata tidak seimbangnya peradaban manusia dengan seluruh dinamika yang ada saat ini.

Pembangunan ekonomi yang terlalu cepat telah menimbulkan konsekuensi terhadap biaya lingkungan yang begitu tinggi. Pandemi telah mengkoreksi keseimbangan tersebut, sehingga mengubah arah peradaban menuju masa depan yang lebih berkelanjutan (sustainable future).

“Sejalan dengan perayaaan Dies Natalis ke-62, dan sebagai perguruan tinggi, kita perlu membangun kepedulian yang nyata dalam mengatasi tantangan perubahan iklim yang kini telah menjadi isu global dan memberikan pengaruh yang nyata di Indonesia. Maka, perlu mempersiapkan masyarakat untuk terus melangkah di pasca pandemi. Pemerintah dan organisasi perlu memperhatikan perubahan tatanan sosial masyarakat dan mengantisipasi bisnis proses organisasi agar bisa menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut,” kata Rektor Unika Prasetyantoko.

Buku setebal 87 halaman ini berisi laporan mengenai konsep keberlanjutan dalam dunia pendidikan tinggi, seperti mata kuliah lintas program studi, program penelitian hingga program CSR berkelanjutan. Beberapa program lainnya yaitu program pendampingan mahasiswa secara berkelanjutan (Student Life Journey), program pengabdian masyarakat yang merupakan penjabaran dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Laporan ini juga menjadikannya sebagai laporan perdana di kalangan perguruan tinggi mengenai implementasi konsep keberlanjutan (sustainability).

Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Kementerian PPN/Bappenas, Dr. Ir Arifin Rudiyanto, MSc. yang hadir secara online, mengatakan, Indonesia masuk dalam daftar negara yang rentan terhadap dampak perubahan iklim yang bisa menimbukan krisis yang parah, terbukti dari bencana alam, khususnya hidrometeorogi.

“Kebijakan investasi terkait green investment di Indonesia mengamanatkan penanaman modal yang diselenggarakan berdasarkan asas berkelanjutan dan wawasan lingkungan. Sosialisasi dilakukan pemerintah agar cepat direalisasikan, termasuk program Bappenas untuk mahasiswa dan akademisi agar saling bersinergi mendukung program berkelanjutan agar SDGs dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bahkan sampai menjadi alumni,” ungkap Dr. Ir Arifin Rudiyanto.

Head of Implementation & Communications Department, ESG Division, Bank Rakyat Indonesia, Tegar, mengatakan, secara umum BRI dikenal sebagai Bank Indonesia yg ada kapabilitas paling dalam melayani UMKM. Fokus kami ke mikro dengan komitmen bahwa BRI adalah perusahaan yang berkelanjutan dengan generasi muda yang jadi target utama karena yang paling dekat dengan masa sekarang khususnya dalam sektor bisnis, “ katanya.

Tim Penulis Laporan Keberlanjutan 2022, Harry Seidadyo Gunardi, PhD., mengatakan, praktik-praktik keberlanjutan yang sudah menjadi bagian dari proses bisnis Unika Atma Jaya, dan praktik-praktik mana yang perlu digiatkan kembali. Unika Atma Jaya berkomitmen terus mengadopsi secara intensif di berbagai bidang kehidupan sehingga dapat menciptakan milestone baru dalam inovasi berbasis teknologi.

*Jika artikel ini bermanfaat, silakan dishare kepada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*