Peneliti BRIN: Ini Masalahnya, 80 Persen Masyarakat Indonesia Tidak Pernah Memilah Sampah

Tumpukan sampah plastik di tepi pelabuhan
Tumpukan sampah plastik di tepi pelabuhan (KalderaNews/Ist)

JAKARTA, KalderaNews.com – Sampah telah menjadi masalah besar di negara kita yang seringkali sulit diatasi.

Deputi Kebijakan Pembangunan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Mego Pinandito menyatakan, “Mungkin saja ada peluang untuk menjadikan sampah sebagai produk yang bisa dicarikan alternatifnya menjadi produk lain yang bermanfaat.”

“Sampah jika dikelola dengan baik bisa menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis,” imbuh Mego Pinandito dalam webinar yang digelar Indonesia Science Center-BRIN.

BACA JUGA:

Direktur Utama Indonesia Science Center, Ery Subada mengatakan, sampah organik tiap hari mencapai hampir 175 ton per hari. “Jika kita kalikan, dalam satu bulan bisa mencapai 5,2 juta. Ini sesuatu yang sangat luar biasa,” kata Ery Subada.

Sementara, peneliti BRIN, Wahyu Purwanta mengatakan, pengelolaan sampah di Indonesia saat ini masih memiliki banyak tantangan. Wahyu menyampaikan, dari 41 juta ton timbunan sampah yang terkumpul dari 149 kota/kabupaten dalam satu tahun, sampah yang berhasil terkelola hanya sebesar 43 persen.

“Masih sedikit masyarakat Indonesia yang mempunyai kesadaran untuk memilah sampah mulai dari rumah masing-masing. Sebesar 80% masyarakat Indonesia tidak memilah sampah. Hal ini salah satu yang membuat sulit pengelolaan sampah di Indonesia,” ujar Wahyu.

*Jika artikel ini bermanfaat, silakan dishare kepada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*