Mantan Menristek Didapuk Jadi Pembina Ekskul Badminton SMA Pangudi Luhur




Mantan Menteri Riset dan Teknologi, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Indonesia, Bambang Brodjonegoro. (Ist.)
Mantan Menteri Riset dan Teknologi, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Indonesia, Bambang Brodjonegoro. (Ist.)

JAKARTA, KalderaNews.com – Mantan Menteri Riset dan Teknologi, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Indonesia, Bambang Brodjonegoro didapuk menjadi pembina ekskul badminton di SMA Pangudi Luhur.

Badminton telah menjadi ekstrakurikuler (ekskul) di sekolah yang berada di kawasan Brawijaya, Jakarta ini. Hal tersebut lantaran keinginan siswa yang didukung oleh alumninya untuk mengadakan kegiatan di luar jam belajar.

Sebagai alumni, Bambang Brodjonegoro memiliki harapan agar bisa menjadi percontohan di tempat lain.

BACA JUGA:

“Semoga ekstrakurikuler bulu tangkis di SMA Pangudi Luhur bisa jadi role model untuk pembinaan bulu tangkis SMA di Indonesia,” kata Bambang Brodjonegoro.

Mantan Menteri Keuangan ini berpesan kepada para siswa agar jangan langsung ingin ikut pertandingan.

Bambang Brodjonegoro ingin agar para siswa juga harus fokus dan tekun melatih teknik dasarnya terlebih dahulu.

“Untuk para siswa jangan asal mau main saja, tapi juga harus berlatih juga teknik yang baik dan benar, agar memiliki skill yang baik serta dapat berkompetisi ke depannya,” kata Bambang Brodjonegoro.

Bambang Brodjonegoro berharap, ada siswa SMA Pangudi Luhur yang bisa menjadi pemain profesional sampai ke kancah internasional.

“Semoga bisa ada talent junior nasional bahkan bisa sampai jadi atlet di level internasional,” ucap SMA Pangudi Luhur yang merupkan alumni SMA PL angkatan 85 ini.

Selain Bambang Brodjonegoro, Candra Wijaya resmi menjadi pelatih untuk ekskul badminton di SMA Pangudi Luhur. Candra Wijaya adalah mantan atlet bulu tangkis yang pernah meraih medali emas di Olimpiade 2000.

“Sinergi Ini tentu akan berdampak positif bagi kita semua, khususnya Sekolah Pangudi Luhur dan perbulutangkisan nasional. Bagi saya ini satu kebanggaan dan kehormatan,” kata Candra Wijaya.

Candra Wijaya mempunyai metode pembelajaran untuk mengajarkan teknik dasar terlebih dahulu, sehingga para siswa punya bekal mengikuti pertandingan ke depan.

Candra mengimbuhkan, tujuan ekskul ini untuk memaksimalkan potensi para siswa agar memiliki kompetensi masing-masing nantinya.

“Tapi jangan lupa ya, yang paling utama ekskul ini adalah mendukung kegiatan sekolah, mendukung dan memaksimalkan potensi siswa,” kata Candra Wijaya.

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*