Polemik RUU Sisdiknas, Asosiasi PTS Indonesia Ancam Demo Besar Akhir September




Prof. Budi Djatmiko dan Mendikbudristek Nadiem Makarim. (repro:KalderaNews.com/y.prayogo)
Prof. Budi Djatmiko dan Mendikbudristek Nadiem Makarim. (repro:KalderaNews.com/y.prayogo)

JAKARTA, KalderaNews.com – Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) mengaku tak pernah diajak diskusi pembahasan RUU Sisdiknas. Rencana gelar demonstrasi akhir September ini.

Aptisi meminta agar Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim lebih terbuka dalam membahas RUU Sisdiknas.

“Bila RUU Sisdiknas tidak memberikan kontribusi yang baik bagi pendidikan Indonesia, maka pernyataan kami sebaiknya Menteri Nadiem Makarim diganti saja,” kata Ketua Aptisi Prof. Budi Djatmiko ketika Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Komisi X DPR, Selasa, 20 September 2022.

BACA JUGA:

Prof. Budi Djatmiko, Menteri Nadiem sudah hampir 4 tahun menjabat sebagai Mendikbudristek tidak mengetahui keluhan rektor, guru, dosen, dan mahasiswa.

Menteri Nadiem, menurut Prof. Budi Djatmiko, sangat sulit diajak berkomunikasi. Undangan dari Aptisi hanya dibalasnya dengan video singkat saja.

“Hanya beberapa kali saja Aptisi diajak rapat koordinasi. Berbeda dengan menteri-menteri sebelumnya, biasanya 2-3 bulan sekali kami meeting untuk membicarakan permasalahan-permasalahan perguruan tinggi di Indonesia,” tegas Budi.

Bahkan, Prof. Budi Djatmiko mempersilakan para ketua yayasan perguruan tinggi swasta, dosen, dan para mahasiswa untuk ikut aksi di Jakarta pada 27-29 September 2022.

Rencana, demonstrasi akan dilakukan di beberapa titik, yakni Istana Negara, Kemendikbudristek, dan DPR.

Prof. Budi Djatmiko meminta agar Kemendikbudristek memasukkan roh UU Guru dan Dosen dalam RUU Sisdiknas.

Selain itu, adanya Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar masih menjadi jargon, sementara kampus PTS masih merasa terjajah.

“Rapat Aptisi seluruh Indonesia telah menyikapi berbagai hal tentang pendidian nasional dan pendidikan tinggi, dan menyatakan mosi tidak percaya kepada kepemimpinan Menteri Nadiem Makarim,” tegas Prof. Budi Djatmiko.

Prof. Budi Djatmiko menegaskan, bila Presiden Joko Widodo tetap mempertahankan Menteri Nadiem artinya membiarkan pendidikan di Indonesia carut-marut yang dituangkan dalam RUU Sisdiknas yang sunyi dan sangat liberal.

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*