Universitas Pasundan Perkuat Profil Lulusan dengan Bekal Kompetensinya




Gedung Universitas Pasundan Bandung
Gedung Universitas Pasundan Bandung (KalderaNews/Ist)

BANDUNG, KalderaNews.com – Program studi Ilmu Administrasi Publik, FISIP Universitas Pasundan menyelenggarakan Konsultasi Pra Asesmen Skema Kompetensi Okupasi pada Minggu, 22 Januari 2023. Hal ini dilakukan untuk memperkuat profil lulusan.

Konsultasi Pra Asesmen Skema Kompetensi Okupasi yang diikuti 143 asesi ini digelar di Mandala Saba Otto Iskandar Dinata, Kampus Setiabudhi dan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama untuk Analis Sumber Daya Manusia (SDM) dan sesi kedua Analis Kebijakan Publik.

Koordinator Asesor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P-1 Unpas Dr. Imas Sumiati, M.Si. mengatakan, pada konsultasi pra asesmen, asesor berperan membantu mengarahkan asesi sebelum melakukan uji kompetensi.

BACA JUGA:

“Saat uji kompetensi, mahasiswa mesti melakukan demonstrasi dan uji teknis lainnya, baik secara tertulis, wawancara, maupun lisan,” katanya.

Sebagai kegiatan lanjutan dari bimtek, konsultasi pra asesmen diharapkan semakin memperkuat profil lulusan agar siap terjun di dunia kerja dengan bekal kompetensinya.

Hasil uji kompetensi nantinya akan dimuat dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) berlisensi BNSP. SKPI merupakan dokumen yang memuat pengakuan kompetensi lulusan.

“SKPI adalah program pemerintah yang ketentuannya tertera dalam Permendikbudristek No 6/2022. Sekarang, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan ijazah. Itulah kenapa harus diadakan uji kompetensi,” lanjutnya.

Direktur LSP-P1 Unpas Ir. H. Erwin Maulana Pribadi, MT. menegaskan, SKPI dapat mendorong lulusan untuk bekerja secara profesional. Di samping skema Analis SDM dan Analis Kebijakan Publik, pihaknya juga menyediakan 13 skema sertifikasi kompetensi untuk berbagai prodi.

Skema yang ditawarkan ada tiga jenis, yaitu klaster, okupasi, dan KKNI, meliputi Pengendalian Kualitas Sistem Manufaktur, Tenaga Marketing, Analis SDM, Perencanaan dan Pengendalian Produksi, Pengelolaan Budgeting, dan Personel K3.

Lalu sertifikasi jenjang 5 Bidang Kewirausahaan Industri, Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Keamanan Pangan pada Proses Produksi, Pengelolaan Rantai Pasok, Software Engineering, Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat, dan Asisten Produser.

“Mahasiswa bisa memilih skema apapun sesuai minat dan ketertarikannya, sehingga mahasiswa lebih kompeten,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*