Anak-Anak WNI di Pulau Terluar Filipina Selatan Terima Beasiswa Penuh dari Kemlu

Konjen RI Davao City, Achmad Djatmiko dan istri, berfoto bersama dengan anak-anak WNI di Pulau Balut, Filipina Selatan (Kemlu)
Konjen RI Davao City, Achmad Djatmiko dan istri, berfoto bersama dengan anak-anak WNI di Pulau Balut, Filipina Selatan (Kemlu)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, Kalderanews.com — Anak-anak WNI keturunan Indonesia di dua pulau terluar Filipina Selatan menerima beasiswa penuh dari Kementerian Luar Negeri RI.

Mereka menempuh studi di Sekolah Indonesia Davao (SID), Davao City, kota terbesar kedua di Filipina dan kota utama di Pulau Mindanao.

Hal ini terungkap pada kunjungan Konjen RI Davao City, Achmad Djatmiko, Ibu Yeni Djatmiko serta staf KJRI Davao City ke dua pulau tersebut, yaitu Pulau Sarangani dan Balut. Kunjungan yang berlangsung 2 Maret 2023 itu, bertujuan melakukan sosialisasi beasiswa SID dan sosialisasi lapor diri WNI ke dua pulau yang masuk dalam wilayah Provinsi Davao Occidental itu.

Sarangani dan Balut merupakan dua pulau kecil yang berada paling selatan area Mindanao dan berjarak 100 km dari Pulau Marore (Indonesia). Wilayah itu dapat dicapai dengan perahu bermotor dalam waktu 5 jam.

Pulau Balut dan Sarangani dapat dicapai dengan menumpang perahu dalam waktu 5 jam (Kemlu)

BACA JUGA:

Sebagaimana dilaporkan di situs resmi Kemenlu, pada umumnya WNI keturunan Indonesia yang berdiam di Pulau Balut dan Sarangani berasal dari Pulau-pulau Kawio, Marore dan Miangas. Migrasi mereka ke Filipina Selatan terutama karena alasan ekonomi, kesamaan budaya, jalur lintas nenek moyang dan letak geografi yang lebih dekat dengan daratan Mindanao dibandingkan ke Pulau Sulawesi.​




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*