Rektor Universitas Udayana Ditetap Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana dari Mahasiswa Baru

Rektor Universitas Udayana (Unud), Prof I Nyoman Gde Antara. (Dok.Unud)
Rektor Universitas Udayana (Unud), Prof I Nyoman Gde Antara. (Dok.Unud)
Sharing for Empowerment

BALI, KalderaNews.com – Lagi-lagi, seorang rektor perguruan tinggi negeri (PTN) ditetapkan sebagai tersangka. Kali ini dalam kasus korupsi dana Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI).

Adalah Rektor Universitas Udayana (Unud), Prof I Nyoman Gde Antara, yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI).

SPI tersebut merupakan dana dari mahasiswa baru Unud jalur mandiri tahun akademik 2018-2022.

BACA JUGA:

Penetapan status ini setelah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali mengembangkan hasil penyelidikan tiga pejabat Unud yang sudah lebih dulu menjadi tersangka.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Bali Putu Agus Eka Sabana mengungkapkan, dari hasil penghitungan sementara, Rektor Unud ini diduga telah merugikan keuangan negara sekitar Rp 105.390.206.993 dan Rp 3.945.464.100.

Selain itu, dia juga diduga merugikan perekonomian negara sebesar Rp 334.572.085.691.

Profil Rektor Unud

I Nyoman Gde Antara diangkat menjadi Rektor Universitas Udayana oleh Mendikbudristek, Nadiem Makarim.

Pelantikan pada Selasa, 24 Agustus 2021 ini dilaksanakan secara virtual mengingat saat itu masih pemberlakuan PPKM untuk wilayah Jawa-Bali.

Guru besar Fakultas Teknik Unud ini merupakan pakar dalam bidang teknologi prosesing advanced material.

Ia menyelesaikan gelar sarjana di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan mendapatkan gelar doktor dari Nagaoka University of Technology, Jepang.

Sebelum menjabat sebagai rektor, dia juga beberapa kali menduduki posisi strategis di jajaran pimpinan Universitas Udayana, antara lain: Ketua Internasional Office Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Wakil Rektor Bidang Akademik.

Harta Rektor Unud

Dilansir dari laman elhkpn.kpk.go.id, I Nyoman Gde Antara melaporkan total harta kekayaan sebesar Rp 6,1 miliar pada 22 Maret 2022.

Pada laporan harta untuk periode 2021 tersebut, ia memasukkan tiga sumber harta kekayaan, yakni tanah dan bangunan, alat transportasi, serta kas dan setara kas.

Di antara hartanya, tanah dan bangunan di Denpasar dan Badung menjadi penyumbang terbesar dengan total Rp 6.350.000.000.

Rektor Unud ini juga memiliki tiga buah sepeda motor dan dua buah mobil dengan total Rp 702.540.000.

Adapun kas dan setara kas, I Nyoman Gde Antara melaporkan harta senilai Rp 139 juta.

Namun, I Nyoman Gde Antara juga melaporkan utang sebesar Rp 1.062.000.000.

Dengan demikian, total harta kekayaan tersangka kasus dugaan korupsi ini mencapai Rp 6,1 miliar, tepatnya Rp 6.129.540.000.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*