
JAKARTA, KalderaNews.com — OpenAI, perusahaan di balik chatbot populer ChatGPT, melakukan perhitungan tingkat keterpaparan berbagai profesi terhadap kecerdasan buatan (AI).
Para peneliti menggunakan dua pendekatan. Pertama dengan menggunakan
mesin learning language model (LLM) yang baru-baru ini meluncurkan GPT-4, sedangkan pendekatan lainnya dengan menggunakan keahlian manusia.
Para peneliti menyelidiki implikasi potensial LLM yang ditawarkan oleh AI terhadap jenis pekerjaan/profesi di pasar kerja AS.
Para peneliti memberi catatan bahwa studi mereka bukan prediksi, melainkan studi untuk melihat seberapa besar profesi tersebut terpapar. Yang dimaksud dengan tingkat keterpaparan adalah seberapa besar akses ke sistem yang diperkuat oleh GPT dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan manusia untuk melakukan tugas pekerjaan tertentu setidaknya 50 persen.
BACA JUGA:
- 300 Juta Lowongan Kerja Berpotensi Digantikan oleh AI
- Gen Z di AS Mulai Keranjingan Ponsel Jadul Model Nokia Zaman Bokap-Nyokap Mereka
- Memutuskan Jadi Guru, Maria Debora Siagian: Karena Terinspirasi Guru Kreatif
Studi itu menemukan sekitar 80 persen dari tenaga kerja AS dapat memiliki setidaknya 10 persen dari tugas kerja mereka dipengaruhi oleh GPT.
Sementara itu, sekitar 19 persen pekerjaan terpapar setidaknya 50 persen.
Studi yang ditulis oleh para peneliti dari OpenAI, OpenResearch, dan University of Pennsylvania, meneliti paparan GPT terhadap pekerjaan “tanpa membedakan antara efek penambahan tenaga kerja atau penggantian tenaga kerja”.
Untuk penelitian ini pakar manusia dan AI bekerja secara terpisah. Hasilnya penelitian oleh AI menunjukkan 86 profesi “sepenuhnya terpapar oleh GPT.” Sedangkan pakar manusia hanya menemukan 15 profesi.
Terpapar penuh tidak berarti tugas dapat sepenuhnya diotomatisasi oleh teknologi melainkan diperkirakan GPT dapat menghemat “sejumlah besar waktu untuk menyelesaikan sebagian besar tugas mereka”.
Profesi yang 100 persen terpapar GPT menurut analisis yang dilakukan pakar manusia adalah:
- Matematikawan
- Petugas administrasi Pajak
- Analis Kuantitatif Keuangan
- Penulis dan Pengarang
- Perancang Antarmuka Web dan Digital
Pekerjaan yang memiliki persentase tinggi lainnya adalah:
- Peneliti survey (84.4)
- Penulis dan Pengarang (82.5)
- Penerjemah (82.4)
- Spesialis Humas (80.6)
- Ilmuwan Hewan (77,8)
Sementara itu analisis yang dilakukan oleh mesin LLM mencantumkan profesi berikut ini sebagai 100 persen terpapar:
- Matematikawan
- Akuntan dan Auditor
- Analis Berita dan Wartawan
- Sekretaris Hukum dan Asisten Administrasi
- Manajer Data Klinis
- Analis Kebijakan Perubahan Iklim
Mesin LLM juga menemukan pekerjaan berikut ini terpapar lebih dari 90 persen:
- Petugas Korespondensi
- Insinyur Blockchain
- Reporter Pengadilan dan Captioner Simultan
- Proofreader dan Copy Marker
“Kami telah mengamati bahwa sebagian besar pekerjaan menunjukkan tingkat paparan tertentu terhadap GPT,” demikian studi itu.
Pekerjaan dengan upah lebih tinggi umumnya menghadapi paparan tinggi,” para penulis studi menyimpulkan.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply