Inilah Jenis Visa yang Biasa Diberikan untuk Pelajar Asing di Berbagai Negara, Yuk Kenali!

Ilustrasi: Visa Pelajar
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com– Inilah beberapa jenis visa yang biasanya diberikan kepada pelajar asing yang berkuliah di berbagai negara, ada apa saja?

Jenis visa yang diberikan kepada mahasiswa internasional biasanya disebut sebagai visa pelajar.

Bagi yang belum memiliki pengalaman kuliah di luar negeri, tentunya akan penasaran mengenai hal ini.

Setiap negara memiliki kebijakan yang berbeda dalam mengatur kunjungan pelajar ke wilayahnya, termasuk penentuan jenis visa yang diperlukan.

BACA JUGA:

Secara umum, pelajar Indonesia yang bermaksud melanjutkan studi di luar negeri sebagai pelajar asing akan memerlukan visa pelajar.

Ada beberapa negara yang memiliki ketentuan yang berbeda, terkadang, pelajar hanya mendapat visa kunjungan dengan kewajiban mengurus izin tinggal dalam batas waktu tertentu setelahnya.

Namun, ada juga yang mendapatkan visa pelajar sejak awal. Inilah jenis-jenis visa yang dibutuhkan untuk melanjutkan pendidikan di berbagai negara:

1. Amerika Serikat

Negara ini menawarkan dua jenis visa sesuai dengan durasi dan jenis studi yang diambil. Visa F-1 umumnya diberikan untuk studi lebih dari 18 jam per minggu.

Selain kegiatan belajar, pemegang visa F-1 diizinkan bekerja paruh waktu hingga maksimal 12 jam per minggu.

Bagi yang mengambil program penelitian atau pelatihan non-akademis, maka bisa gunakan visa M-1. Namun, pemegang visa M-1 tidak diizinkan bekerja paruh waktu di Amerika Serikat.

2. United Kingdom

Inggris menyediakan visa pelajar bagi mereka yang ingin melanjutkan studi di sana. Visa ini dapat diajukan setidaknya 6 bulan sebelum program studi dimulai.

Nah, visa pelajar membutuhkan waktu pembuatan selama 3 minggu. Pemegang visa pelajar di Inggris diperbolehkan bekerja paruh waktu hingga 20 jam per minggu.

Durasi tinggal maksimal adalah 5 tahun untuk program gelar dan 2 tahun untuk program di bawah tingkat sarjana, seperti Pathway atau Foundation.

3. Australia

Visa Pelajar (Subclass 500) di Australia disesuaikan dengan durasi studi, dengan batas maksimal 5 tahun.

Pemegang visa ini diizinkan bekerja paruh waktu hingga 40 jam per dua minggu setelah perkuliahan dimulai.

Bagi pelajar di bawah 18 tahun, Australia menerapkan aturan ketat yang mengharuskan para mahasiswa memiliki wali.

Walinya harus berusia di atas 21 tahun dan akan tinggal di Australia setidaknya hingga pelajar tersebut berusia 18 tahun.

4. Singapura

Bagi yang ingin belajar di Singapura dan membutuhkan Student Pass, maka visa hanya berlaku untuk program belajar yang full time.

Namun, pemegang Student Pass diizinkan bekerja paruh waktu selama 16 jam per minggu, kecuali untuk pelajar di institusi pendidikan tinggi swasta yang biasanya tidak diizinkan bekerja paruh waktu.

5. Jerman

Visa studi di Jerman disesuaikan dengan durasi program studi. Persyaratan berbeda tergantung pada jenis program, seperti gelar penuh waktu atau sekolah bahasa.

Pemegang visa studi di Jerman diizinkan bekerja paruh waktu hingga 20 jam per minggu, tetapi tidak diizinkan melakukan pekerjaan lepas.

Untuk bekerja selama masa studi, maka mahasiswa harus mendapatkan izin dari Agentur für Arbeit (agen kerja lokal) dan Ausländerbehörde (kantor pendaftaran untuk warga asing).

Jadi, bagi yang berkuliah di luar negeri, itulah beberapa jenis visa yang biasanya diberikan kepada pelajar asing.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*