5 Penyebab Anak Usia Dini Sering Marah Meledak-Ledak

Sharing for Empowerment

2). Masih Terbatasnya Kemampuan Berkomunikasi Anak Usia Dini

Selain karena masih terbatasnya kemampuan mengelola emosi dan kontrol diri, amarah yang ditunjukkan secara meledak-ledak menjadi sebuah cara mengekspresikan diri karena masih terbatasnya kemampuan komunikasi anak usia dini.

“Sehubungan dengan belum matangnya kemampuan komunikasi mereka selain kontrol diri, anak-anak usia dini cenderung mengeluarkan rasa marah dengan cara yang meledak-ledak atau tantrum. Menangis, berteriak, berguling-guling, atau melempar barang adalah caranya berkata ‘’aku marah!’’. Masih belum optimalnya kemampuan-kemampuan anak usia dini dalam hal ini memengaruhi bagaimana anak merespon pada hal-hal yang membuatnya frustasi.” jelasnya.

3). Tempramen Bawaan Lahir

Kondisi ketiga yang membuat anak-anak usia dini mudah marah meledak-ledak adalah tempramen bawaan lahir. Tempramen bawaan lahir ini, menurut Putri, adalah sebuah kondisi bawaan lahir yang dapat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga dan/atau budaya.

4). Mencontohkan Perilaku Orang Terdekatnya

Anak usia dini adalah peniru ulung dan pengamat sejati yang mudah mengikuti perilaku yang dilakukan oleh orang terdekatnya, misalnya lingkungan keluarga. Putri menyebutkan bahwa mencontohkan perilaku orang terdekatnya saat marah dapat menjadi salah satu bentuk momen copy-paste yang diterapkan anak.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*