Kurikulum Merdeka Akan Jadi Kurikulum Nasional pada Maret 2024, Tapi Masih Perlu Evaluasi Lho!

Sharing for Empowerment

Anindito menjelaskan, penerapan Kurikulum Merdeka bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran bagi murid.

Hal tersebut dicapai dengan berfokus pada materi esensial, agar guru memiliki waktu memadai untuk melakukan pembelajaran mendalam dan bermakna, memberi waktu khusus bagi pengembangan karakter, serta memberi fleksibilitas bagi guru dalam menerjemahkan kurikulum sesuai konteks dan kebutuhan muridnya.

Kurikulum Merdeka masih compang-camping

Sementara, organisasi nirlaba Barisan Pengkaji Pendidikan (Bajik) menilai, Kurikulum Merdeka belum layak jadi Kurikulum Nasional, lantaran harus dievaluasi secara total dan menyeluruh.

Direktur Eksekutif Bajik, Dhitta Puti Sarasvati mengatakan, Kurikulum Merdeka masih compang camping serta banyak kelemahan yang harus diperbaiki.

“Hal yang paling esensial yang harus ada dalam kurikulum resmi malah belum ada yakni kerangka kurikulumnya,” kata Puti.

Kata Puti, kurikulum resmi nasional harus berdasar filosofi pendidikan dan kerangka konseptual yang jelas serta tertuang di dalam naskah akademik.

“Sampai kini, Kurikulum Merdeka belum ada naskah akademiknya. Tanpa adanya naskah akademik ini sulit untuk memahami apa yang menjadi dasar pemikiran dari Kurikulum Merdeka,” ujarnya.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*