7 Tradisi Unik Idul Adha di Berbagai Daerah Indonesia yang Wajib Kamu Tahu

Gerebek Gunungan di Yogyakarta. (Ist.)
Gerebek Gunungan di Yogyakarta. (Ist.)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Setiap tradisi membawa makna dan keunikan tersendiri. Apa saja tradisi unik Idul Adha di berbagai wilayah Indonesia? Coba cek di sini, yuk!

Indonesia, dengan kekayaan budaya dan keragaman etnisnya, memiliki berbagai cara unik dalam merayakan Idul Adha.

Setiap daerah memiliki cara tersendiri untuk membuat Idul Adha semakin semarak dan semuanya mencerminkan identitas budaya dan kekayaan tradisi masing-masing.

BACA JUGA:

Seperti apa sih tradisi unik Idul Adha di berbagai wilayah Indonesia? Coba yuk cek tradisi Idul Adha yang ada di berbagai wilayah Indonesia ini!

1. Toron dan Nyalasi, Madura

Ada yang unik dengan tradisi Idul Adha di Madura yang dirayakan dengan dua kegiatan utama: Toron dan Nyalasi. Toron adalah tradisi mudik yang dilakukan oleh masyarakat Madura.

Pada hari-hari menjelang Idul Adha, perantau Madura yang tinggal di luar pulau akan kembali ke kampung halaman mereka untuk merayakan hari besar bersama keluarga. Mudik ini adalah momen penting untuk berkumpul.

Setelah kembali ke kampung halaman, tradisi Nyalasi dilakukan. Nyalasi adalah prosesi penyembelihan hewan kurban yang diadakan di halaman rumah atau masjid.

Daging kurban kemudian dimasak menjadi berbagai hidangan khas Madura, seperti sate kambing dan gulai kambing. Selanjutnya, daging yang sudah dimasak dinikmati bersama keluarga dan tetangga.

2. Grebek Gunungan Yogyakarta

Selanjutnya, ada tradisi Grebek Gunungan di Yogyakarta yang menjadi salah satu cara khas merayakan Idul Adha.

Grebek Gunungan merupakan upacara adat yang melibatkan arak-arakan gunungan, yaitu susunan hasil bumi yang berbentuk kerucut.

Gunungan dibuat dari sayuran, buah-buahan, dan makanan lainnya. Gunungan ini diarak dari Keraton Yogyakarta menuju Masjid Gede Kauman dengan diiringi oleh pasukan prajurit keraton.

Upacara ini dimulai dengan prosesi doa dan dilanjutkan dengan pembagian hasil bumi kepada masyarakat.

3. Meugang, Aceh

Tradisi unik Idul Adha selanjutnya ada di Aceh, bernama Meugang.  Meugang dilaksanakan sehari atau dua hari sebelum Idul Adha.

Masyarakat Aceh akan menyembelih hewan seperti sapi atau kambing untuk dimasak menjadi hidangan istimewa.

Daging tersebut biasanya dimasak menjadi berbagai masakan khas Aceh, seperti rendang, kari, dan dendeng.

4. Apitan Semarang

Di ibu kota Jawa Tengah ada Apitan Semarang yang merupakan tradisi Idul Adha yang unik. Biasanya Apitan dilakukan sebelum perayaan Idul Adha.

Apitan adalah tradisi sedekah bumi yang diadakan oleh masyarakat untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen.

Tradisi ini biasanya diadakan pada bulan Dzulhijjah, bertepatan dengan waktu Idul Adha.  Kegiatan Apitan diisi dengan berbagai ritual adat, termasuk arak-arakan hasil bumi yang dihias indah.

5. Manten Sapi, Pasuruan

Di Pasuruan, Jawa Timur, ada tradisi unik saat Idul Adha yang dikenal sebagai Manten Sapi. Tradisi ini merupakan bagian dari perayaan Idul Adha yang melibatkan upacara adat “pernikahan” sapi .

Manten Sapi dilakukan dengan cara menghias sepasang sapi dengan pakaian pengantin, lengkap dengan kalung melati.  Prosesi ini biasanya diiringi dengan musik tradisional dan diikuti oleh masyarakat sekitar.

6. Accera Kalompoang, Gowa

Tradisi unik Idul Adha selanjutnya adalah Accera Kalompoang yang merupakan bagian dari perayaan Idul Adha di Gowa, Sulawesi Selatan. Tradisi ini sudah dilakukan sejak lama.

Accera Kalompoang secara harfiah berarti “membersihkan pusaka.” Tradisi ini merupakan upacara adat yang dilakukan oleh Kerajaan Gowa untuk membersihkan benda-benda pusaka kerajaan.

Selama upacara ini, berbagai benda pusaka kerajaan seperti kalompoang (mahkota), senjata tradisional, dan benda-benda bersejarah lainnya dibersihkan secara ritual di Balla Lompoa, yang merupakan rumah adat Kerajaan Gowa.

Prosesi ini dipimpin oleh para pemangku adat dan disaksikan oleh masyarakat serta keturunan kerajaan.

Upacara Accera Kalompoang dimulai dengan pembacaan doa-doa dan mantera-mantera khusus untuk memohon keselamatan dan keberkahan.

7. Ngejot, Bali

Tradisi Ngejot menjadi salah satu momen penting dalam budaya Bali, karena menjunjung nilai-nilai kebersamaan.

Ngejot Bali merupakan tradisi dengan saling berbagi hidangan khusus kepada tetangga. Setelah hewan kurban disembelih, dagingnya kemudian diolah menjadi hidangan lezat, seperti sate, gulai, atau rendang.

Kemudian, hidangan tersebut dibungkus dan dibawa ke rumah-rumah tetangga sebagai bentuk berbagi kebahagiaan dalam perayaan Idul Adha.

Itulah 7 tradisi Idul Adha yang ada di berbagai wilayah Indonesia yang mencerminkan betapa kayanya keragaman budaya negara ini.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*