Tragis! Inilah Sederet Fakta Tewasnya Ketua OSIS SMAN 1 Cawas, Tersengat Listrik Saat Ulang Tahun

Prosesi pemakaman Ketua OSIS SMAN 1 Cawas, Klaten. (Ist.)
Prosesi pemakaman Ketua OSIS SMAN 1 Cawas, Klaten. (Ist.)
Sharing for Empowerment

KLATEN, KalderaNews.com – Tragis, saat merayakan ulang tahun, Ketua OSIS SMAN 1 Cawas justru tewas tersengat listrik setelah diseburkan ke kolam di sekolah.

Kejadian ini pun lantas ditangani Kepolisian Sektor Cawas, Klaten, Jawa Tengah.

Kepala Polsek Cawas, Ajun Komisaris Polisi Umar Mustofa menuturkan, peristiwa tragis bermula dari pertemuan OSIS yang diikuti sekira 30 siswa.

BACA JUGA:

Kronologi tewasnya Ketua OSIS

Pertemuan OSIS itu untuk persiapan lomba pengembangan prestasi minat bakat siswa yang rencananya digelar 25 Juli 2024.

Saat itulah ada siswa yang mengetahui korban berinisial FN, hari itu sedang merayakan ulang tahun.

Nah, usai makan siang dan salat zuhur, korban ditaburi tepung, lalu diceburkan teman-temannya ke kolam sekolah.

“Ada yang tahu korban ulang tahun pada Senin, 8 Juli 2024. Terus dicarikan tepung, lalu disiram tepung. Pas dia dari kamar mandi langsung dibopong teman-temannya terus diceburkan ke kolam sekolah,” jelas Umar.

Setelah diceburkan ke dalam kolam, korban berusaha naik ke atas, tapi korban menginjak kabel listrik yang terpasang di kolam sekolah dan tersengat arus listrik.

Keluarga korban tidak membuat laporan

Umar melanjutkan bahwa keluarga korban menerima kejadian tersebut dan tidak membuat laporan atas kejadian tersebut.

“Dari pihak keluarga korban tidak melaporkan atau memproses hukum atas kematian korban. Namun dari kepolisian penyelidikan masih berjalan,” kata Umar.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa enam orang yang berada di lokasi kejadian. Pemeriksaan itu bakal dilanjutkan untuk beberapa orang lain yang terkait.

Dia menjelaskan, setelah pemeriksaan tambahan, kepolisian akan melakukan gelar perkara untuk menentukan ada unsur pidana atau tidak.

Tanggapan Disdik Jateng

Sementara, Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Jawa Tengah Agung Wijayanto menyatakan bahwa kejadian tersebut tidak ada unsur kesengajaan.

Tapi, Agung menegaskan, kejadian yang dialami FN itu mesti menjadi catatan agar tidak terulang. Kejadian itu, menurutnya, harus menjadi pelajaran bagi semuanya.

“Berdasarkan koordinasi kami dengan pihak sekolah, menurut keterangan dan hasil pengecekan, tidak ada unsur-unsur perencanaan dan kesengajaan. Kejadian menceburkan korban ke kolam terjadi spontan untuk apresiasi ulang tahun dan menurut saya itu bentuk eforia saja dari teman-temannya. Di dalam kolam SMA itu ternyata terdapat pompa air. Namanya kolam, ada pompa situ,” ujar Agung.

Ia pun mengingatkan agar ke depan, sarana dan prasarana di semua satuan pendidikan harus dipastikan aman dan tidak membahayakan peserta didik.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*