
SURABAYA, KalderaNews.com – BEM FISIP Universitas Airlangga (Unair) dibekukan oleh dekanat usai mengirim karangan bunga satire untuk presiden Indonesia terpilih.
Usai memasang karangan bunga satire untuk Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pihak dekanat FISIP membekukan BEM.
Dalam karangan bunga tersebut, BEM FISIP Unair menuliskan kalimat “Selamat atas dilantiknya Jenderal Bengis Pelanggar HAM dan Profesor IPK 2,3 sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang lahir dari rahim haram konstitusi”.
BACA JUGA:
- Buntut Skandal Guru Besar yang Buat Akreditasi ULM Turun Jadi C, Mahasiswa Lakukan Aksi di Depan Gedung Rektorat
- BEM SI: Cabut Permendikbudristek tentang UKT atau Mogok Kuliah!
- BEM 4 Kampus Serahkan Amici Curiae Batalkan Hasil Pemilu 2024 ke Mahkamah Konstitusi
Kemudian di bawahnya, ada foto Prabowo dan Gibran saling berdampingan. Foto Prabowo yang berada di sebelah kiri dibubuhi tulisan “Ketua Tim Mawar”. Lalu, di bawah foto Gibran ada keterangan “Admin Fufufafa”.
Selain itu, di bagian paling bawah karangan bunga tertulis “Dari: Mulyono (Bajingan Penghancur Demokrasi)”.
Karangan bunga itu didominasi dengan warna hitam dan tambahan gambar api dan motif bewarna merah. Ada juga gambar laba-laba beserta sarangnya.
Dinilai menyalahi etika dan kultur akademis
Adapun pembekuan itu dilakukan Dekanat FISIP Unair karena menilai bahwa narasi dalam karangan bunga satire tersebut tidak sesuai dengan etika dan kultur akademis insan kampus Unair.
Oleh karena itu, Dekan FISIP Unair, Bagong Suyanto, kemudian melayangkan surat pembekuan atas BEM FISIP Unair.
Hal itu tertuang dalam Surat Pemberitahuan Pembekuan Kepengurusan BEM FISIP Unair Nomor 11048/TB/UN3.FISIP/KM.04/2024 yang ditandatangani oleh Bagong.
Pembekuan BEM FISIP Unair dilakukan sejak Jumat, 25 Oktober 2024 hingga waktu yang belum ditentukan.
Dalam surat itu pun mengatakan akan menggelar pertemuan dengan BEM FISIP Unair pada Senin 28 Oktober 2024 untuk membicarakan masalah ini.
“Senin besok (konfirmasi dengan media) setelah pertemuan dengan BEM,” ucap Bagong pada Minggu 27 Oktober 2024.
Bagong sendiri enggan berkomentar lebih detail perihal adanya karangan bunga satire dan pembekuan BEM FISIP.
Bentuk kekecewaan atas hasil Pemilu
Sementara itu, Presiden BEM FISIP Unair, Tuffahati Ulayyah, menceritakan bahwa karangan bunga satire itu merupakan ungkapan ekspresi kekecewaan atas fenomena Pemilu 2024.
“Yang ditujukan untuk memberi ucapan selamat atas pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih,” kata Tuffa.
Berdasarkan Berita Acara yang dibagikan di Instagram @bemfisipunair pemasangan karangan bunga itu dilakukan pada Selasa, 22 Oktober 2024 pukul 15.00 WIB. Sekitar pukul 18.45 WIB, karangan bunga tersebut ditarik karena hujan.
Karena ditempatkan di lokasi strategis yang banyak dilewati warga kampus, karangan bunga dengan pesan satire itu kemudian viral di platform X dan Tiktok.
Kemudian, pada Kamis, 24 Oktober 2024, Ketua Komisi Etik Fakultas melakukan pemanggilan terhadap BEM FISIP Unair untuk meminta klarifikasi terkait karangan bunga satire tersebut.
Pada Jumat, 25 Oktober pukul 09.03 WIB, Tuffa bersama wakil dan menteri kajian politik dan kajian strategis memenuhi panggilan Komisi Etik Fakultas.
Sorenya, pukul 16.13 WIB, BEM FISIP Unair mendapat surel yang dikirim melalui alamat email dekanat. Lebih lanjut, Tuffa mengatakan bahwa pihaknya akan bertemu dengan Bagong.
Saat ini, dia dan teman-teman anggota BEM FISIP Unair lainnya telah melakukan konsolidasi dan persiapan untuk hadir dalam pertemuan tersebut.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply