
JAKARTA, KalderaNews.com – Heboh di sosial media, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) memasang spanduk bertuliskan ‘Jasa Kilat Gelar Akademik UI’.
Spanduk itu juga disertai dengan foto wajah Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
Dalam video yang diunggah akun resmi BEM UI @bemui_official di Instagram, spanduk itu terlihat dipasang di pagar dekat Stasiun UI.
BACA JUGA:
- Akhirnya, Dewan Guru Besar UI Bentuk Tim Investigasi Gelar Doktor Bahlil Lahadalia, Bisa Dibatalkan?
- Polemik Gelar Doktor Bahlil Lahadalia, Dewan Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Adakan Rapat
- Alumni UI Bikin Petisi, Tuntut Kaji Ulang Gelar Doktor untuk Bahlil Lahadalia
Selain memasang wajah Bahlil Lahadalia, spanduk itu bertuliskan “JASA KILAT GELAR AKADEMIK UI” dan terdapat tulisan di bawahnya “TESTIMONI: BAHLIL LAHADALIA”. Sebuah nomor ponsel juga tertera di bawahnya.
Spanduk itu pun juga disertai tagar #NEGOSAMPAIJADI dan ada tulisan ‘WhiteCollar’ di sisi atas kanan spanduk.
BEM UI ingin menjaga marwah akademik kampus
Dalam unggahannya, BEM UI menyatakan bahwa jasa gelar akademik adalah ancaman terhadap muruah pendidikan. Mereka menegaskan muruah akademik harus tetap dipertahankan secara terhormat.
“Gelar akademik adalah simbol integritas dan perjuangan panjang, bukan komoditas yang bisa dibeli secara instan. Apa yang terjadi jika orang-orang menganggapnya remeh dan membuat pendidikan seolah menjadi bahan jualan? Marwah akademik harus tetap dipertahankan secara terhormat. Tidak boleh dicampurtangankan oleh orang-orang yang kotor!” tulis BEM UI di akun Instagram mereka.
Postingan BEM UI di Instagram mereka pun ramai dibanjiri oleh komentar warganet yang sepakat dengan sindiran tersebut dan mempertanyakan sikap UI yang meluluskan Bahlil dalam waktu singkat.
Bahlil raih gelar doktor dalam kurun waktu dua tahun saja
Seperti diketahui bahwa Menteri ESDM tersebut mendapat gelar doktor dari Sekolah Kajian Stratejik dan Global atau SKSG UI setelah menjalani sidang terbuka pada 16 Oktober 2024 lalu.
Adapun gelar yang diperoleh Bahlil dinilai tidak wajar karena didapat kurang dari 2 tahun. Sementara pada umumnya kuliah S3 itu diselesaikan dalam kurun waktu 3 tahun.
Namun, Kepala Biro Humas dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) UI Amelita Lusia berdalih bahwa Bahlil tercatat sebagai mahasiswa SKSG UI tahun 2022 dan mengambil jalur riset.
“Pak Bahlil tercatat sebagai mahasiswa program doktor pada SKSG UI mulai pada tahun akademik 2022/2023 term 2 hingga 2024/2025 term 1, jalur riset,” jelas Amalia.
Warganet temukan dugaan disertasi Bahlil terindikasi plagiat
Selang beberapa hari setelah Bahlil berhasil meraih gelar doktor dalam waktu singkat, sebuah akun X @Ibrahimxxx mengungkap tentang hasil pemeriksaan turnitin disertasi Bahlil Lahadalia.
Disertasi yang berjudul “Kebijakan, Kelembagaan, dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia”, ternyata hampir sepenuhnya terindikasi plagiarisme.
Akun tersebut kemudian mengunggah hasil pemeriksaan Turnitin, yang menunjukkan bahwa disertasi Bahlil memiliki similirity index 95 persen dengan karya yang ditulis dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
“Mungkin teman-teman yang dari kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bisa bantu ngecek di perpustakaan. Adakah judul penelitian yang mirip-mirip?? Btw ini turnitin udah filter exclude quote + biblio turn on ya,” tulis akun X @Ibrahimxxx.
Namun, lagi-lagi pihak UI membantahnya. Co-promotor sidang doktoral Bahlil, Teguh Dartanto, menyanggah tuduhan adanya plagiasi atas disertasi milik Bahlil.
Pihak UI bantah isu plagiarisme di disertasi Bahlil
Menurut Teguh, ada cacat logika terkait isu tersebut yang menyebabkan lahirnya keraguan di masyarakat atas gelar doktor yang diterima Bahlil.
“Kesalahan fatal dalam pengecekan plagiasi yang dilakukan dengan sistem turnitin UIN Jakarta adalah memasukkan dokumen yang sama sehingga akan menemukan plagiasi 95 persen,” tutur Teguh.
Teguh mengatakan telah melakukan pengecekan berulang terkait jumlah persentase plagiasi dari dokumen hasil penelitian milik Bahlil.
Melalui pernyataan resminya, Teguh menyampaikan bahwa secara administratif, legal dan formal, Bahlil dinyatakan layak untuk maju ke tahap promosi doktor.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply