
YAHUKIMO, KalderaNews.com- Ratusan pelajar dari tingkat SD hingga SMA di Provinsi Papua Pegunungan menggelar aksi demo menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pelajar yang berada di Dekai, Kabupaten Yahukimo itu menaiki pickup menuju tugu yang menjadi ruas jalan protokol dengan membawa sejumlah spanduk yang isinya menolak MBG. Para pelajar menyatakan lebih memilih pendidikan dibandingkan dengan program MBG.
“Betul tadi ada aksi itu dan nanti kami coba evaluasi apa yang membuat mereka (siswa/i) keberatan. Kami akan tampung aspirasinya untuk dibahas,” kata Calon Wakil Bupati terpilih, Esau Miram.
BACA JUGA:
- Kepala BGN Ungkap Ulat Sagu dan Belalang Bisa Dijadikan Menu Makan Bergizi Gratis untuk Siswa, Siapa Mau?
- Waduh! Pelajar Keracunan Setelah Mengonsumsi Makan Bergizi Gratis, Begini Kata Badan Gizi Nasional
- 160 Perusahaan Akan Impor 200 Ribu Sapi Perah untuk Program Makan Bergizi Gratis
Esau menyampaikan bahwa saat lauching pada Januari 2025 program ini sudah berjalan dan MBG bisa dinikmati seluruh siswa. Bahkan banyak yang mengaku senang. Namun kemudian muncul penolakan.
Lakukan koordinasi dengan sekolah
Esau menyatakan bahwa pihaknya akan mencoba berkoordinasi dengan sekolah untuk mengetahui keinginan para pelajar.
“Kami akan panggil pihak sekolah dulu untuk mendengar keinginan mereka kemudian dilakukan evaluasi. Namun yang jelas ini program nasional yang juga baik untuk daerah karena dengan sendirinya akan membantu banyak aspek,” imbuhnya.
Sebelumnya ada beberapa daerah semisal di Dogiyai dan Intan Jaya yang terjadi penolakan namun disinyalir aksi tersebut tidak murni karena ditunggangi kelompok berseberangan.
Mendikdasmen beri tanggapan
Atas aksi yang terjadi di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan yang menolak program MBG dan mengutamakan pemenuhan pelayanan pendidikan oleh pemerintah, Abdul Mu’ti menegaskan kementerian yang dipimpinnya tetap mendukung program makan bergizi gratis.
“Tapi prinsipnya kami di Kementerian Pendidikan Dasar Menengah mendukung sepenuhnya program Makan Bergizi Gratis ini,” kata Mu’ti.
Mu’ti memastikan program makan bergizi gratis akan terus dievaluasi dan disempurnakan hingga bisa dimanfaatkan para siswa.
“Dan berbagai evaluasi yang terjadi di lapangan juga akan kami berikan masukan-masukannya untuk perbaikan program MBG ini pada masa yang akan datang,” pungkas Mu’ti.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.
Leave a Reply