Viral Video Siswi SMK di Karawang Tidak Bisa Jawab Soal Perkalian Dasar, Warganet Soroti Terkait Metode Pengajaran di Sekolah

Tangkapan layar siswi kesulitan menjawab soal perkalian
Tangkapan layar siswi kesulitan menjawab soal perkalian
Sharing for Empowerment

KARAWANG, KalderaNews.com –   Sebuah video baru-baru ini viral di media sosial, memperlihatkan siswi SMK yang tampak kesulitan menjawab soal perkalian dasar.

Video tersebut diunggah oleh akun @barbenapasha dan dengan cepat menuai perhatian publik. Dalam rekaman tersebut, tampak jelas bahwa kesulitan yang dialami siswi tersebut tidak hanya menyangkut masalah hafalan, tapi juga mencerminkan tantangan dalam metode pengajaran yang sedang berlangsung di sekolah.

Lebih mengkhawatirkan lagi, sebagai respons atas insiden tersebut, guru yang bersangkutan memilih untuk memberikan sanksi kepada seluruh kelas sebagai bentuk “tanggung jawab bersama”.

Warganet soroti video yang viral ini

Penegakan disiplin melalui sanksi kolektif ini menimbulkan berbagai reaksi dari kalangan netizen. Banyak yang merasa bahwa pendekatan semacam itu tidak menyelesaikan permasalahan, melainkan justru mengabaikan aspek pengajaran dan bimbingan yang efektif.

Warganet pun mengemukakan keprihatinan mereka di akun sosial media tersebut:

 “Ini bukan soal hafalan, tapi soal bagaimana anak dibimbing dan diajarkan.”

“Pendidikan dasar harus diperkuat, bukan malah dihukum.”

 “Anak-anak itu kayak dikejar sistem, tapi nggak dikasih waktu buat ngerti. Akhirnya cuma ikut arus ”

“Sekolah jadi tempat disuruh bisa, bukan tempat belajar… sedih.”

 “Dulu tinggal kelas itu teguran. Sekarang semua naik kelas, padahal belum tentu siap.”

Melalui rangkaian tanggapan tersebut, terlihat adanya peringatan dari masyarakat bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini tidak semata-mata berkaitan dengan isi kurikulum.

Seiring dengan perkembangan zaman, pendidikan dituntut untuk lebih mengedepankan pendekatan yang penuh empati, mendidik, dan memahami kebutuhan individu siswa.

Tantangan pendidikan masa kini menuntut agar setiap proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada pencapaian akademis semata, namun juga mempertimbangkan aspek pembentukan karakter, kreativitas, dan kesiapan mental siswa dalam menghadapi dinamika kehidupan.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*