
JAKARTA, KalderaNews.com – Menteri Sosial, Saifullah Yusuf menyatakan, anggaran siswa sekolah rakyat per anak mencapai Rp 48,2 juta per tahun. Ada anggarannya gak?
Biaya tersebut, ujar Gus Ipul, sapaannya, mencakup perlengkapan sekolah, seperti seragam, laptop, sepatu, dan lainya per tahun.
“Sudah melapor ke Presiden, indeks pembiayaan per siswa itu sekitar Rp48,25 juta per tahun,” ujar Mensos.
BACA JUGA:
- 63 Lokasi Sekolah Rakyat Terbaru yang Tersebar di Berbagai Wilayah Indonesia, Cek!
- Gedung SLBN A Pajajaran Dibongkar untuk Sekolah Rakyat, Siswa Menangis Minta Tolong ke Presiden
- Menteri PU Kejar Target Rampungkan 65 Sekolah Rakyat Biar Bisa Diresmikan Presiden Juli 2025
Anggaran tahun pertama sangat tinggi
Gus Ipul menyatakan, untuk tahun pertama memang biaya yang dibutuhkan cukup tinggi. Tapi ia yakin pada tahun berikutnya, biaya akan lebih kecil.
Secara total, Gus Ipul mengatakan bahwa anggaran sekolah rakyat mencapai Rp2,3 triliun, berdasar asumsi untuk 100 lokasi di tahun ajaran 2025-2026.
Gus Ipul merinci, dari 100 lokasi yang terdiri dari 340 rombel (rombongan belajar), dikalikan dengan 25 siswa per rombel, dan totalnya sekitar 8.850 siswa.
“Jadi ini masih asumsi, karena nanti kemungkinannya bisa lebih dari 10.000 siswa,” ujarnya.
Rincian anggaran untuk Sekolah Rakyat
Anggaran sarana prasarana Sekolah Rakyat untuk 100 lokasi, 354 rombel sebesar Rp487,14 miliar.
Biaya itu mencakup sarana laboratorium, komputer, kesenian, perpustakaan, asrama, dapur, kelas, dan yang lain.
Sementara, untuk penyusunan kurikulum dibutuhkan anggaran Rp3,66 miliar. Kebutuhan guru dan tenaga pendidik, anggarannya senilai Rp1,11 triliun.
Lantas, operasional Sekolah Rakyat Rp187,73 miliar, dan dukungan sekolah rakyat Rp116,64 miliar.
Gus Ipul optimis kesiapan sarana dan prasarana bakal rampung akhir Juni atau awal Juli.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply