Kepala Cikal Bandung Blak-blakan Soroti Kebijakan Jam Sekolah Pukul 06.30 di Jabar, Perlu Kajian Komprehensif dan Berpihak pada Anak

Sekolah Cikal Bandung
Membuat kesepakatan tujuan pendidikan secara bersama-sama, antara sekolah, orang tua dan anak adalah langkah awal pendidikan di Sekolah Cikal Bandung (KalderaNews/Dok. Sekolah Cikal Bandung)
Sharing for Empowerment

BANDUNG, KalderaNews.com – Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menetapkan jam masuk sekolah pukul 06.30 WIB untuk jenjang PAUD hingga SMA menuai tanggapan kritis dari praktisi pendidikan.

Mohammad Rizky Satria, S.Pd., M.Pd., Kepala Sekolah Cikal Bandung, menekankan pentingnya kajian komprehensif, partisipasi publik, dan kesiapan teknis di lapangan sebelum sebuah kebijakan yang berdampak luas diterapkan.

BACA JUGA:

Menurutnya, kebijakan ini belum memenuhi aspek-aspek tersebut.

Kebijakan Pendidikan: Harusnya Sistemik, Bukan Parsial

Rizky menyoroti detail jam efektif yang tertuang dalam surat edaran, di mana PAUD/RA/TK memulai pembelajaran pukul 06.30 WIB dengan durasi 120-195 menit, sementara SD/MI/SDLB dengan durasi 4-8,5 jam pelajaran. Ia mengungkapkan bahwa seringkali kebijakan pendidikan diputuskan secara parsial, bukan sistemik.

Ia berharap kebijakan jam sekolah pagi ini dapat dikaji ulang dengan cara pandang yang lebih menyeluruh.

Rizky mempertanyakan apakah hanya dengan berangkat lebih pagi, kedisiplinan dapat meningkat tanpa menyentuh sistem kedisiplinan secara utuh di sekolah.

Selain itu, kesiapan orang tua dan ketersediaan moda transportasi yang mendukung kebijakan ini juga perlu menjadi pertimbangan pemerintah.

Kedisiplinan Murid dan Kajian Ilmiah

Tujuan kebijakan sekolah pukul 06.30 pagi di Jawa Barat adalah untuk meningkatkan kedisiplinan murid. Namun, Rizky berpendapat bahwa tujuan ini perlu dikaji lebih dalam dan dibuktikan secara ilmiah.

Ia menjelaskan bahwa kedisiplinan dan karakter ditentukan oleh berbagai faktor yang saling memengaruhi dalam ekosistem pendidikan, bukan hanya jam masuk sekolah.

Ia juga menambahkan bahwa banyak kajian ilmiah justru merekomendasikan penundaan jam sekolah untuk memastikan ritme istirahat dan persiapan yang cukup, sehingga dapat mengoptimalkan kualitas psikologis dan pedagogis anak saat belajar.

Rizky membandingkan dengan negara lain, di mana jam masuk sekolah di Indonesia sudah lebih pagi, namun tidak serta-merta membuat sistem pendidikan atau kedisiplinan murid menjadi lebih baik.

Rizky berharap publik dapat lebih aktif mengawal kebijakan pemerintah dengan memberikan masukan. Ia menekankan bahwa setiap keputusan dalam kebijakan pendidikan harus selalu berpihak pada anak, bersifat sistemik, dan didasarkan pada kajian ilmiah yang komprehensif.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*