GUNUNGKIDUL, KalderaNews.com –Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Kanisius Bandung I, Padukuhan Nogosari I, Kalurahan Bandung, Playen, Gunungkidul, DI Yogyakarta pada Senin (14/7/2025) berlangsung ceria.
Belasan siswa terlihat ceria bermain di halaman sekolah saat jeda kegiatan. Namun, ada hal tak biasa pada pelaksanaan MPLS tahun ini karena sama sekali tidak diikuti murid kelas 1.
MPLS hanya diikuti oleh 24 siswa yang berasal dari kelas 2 hingga kelas 6, lantaran tahun ini tidak ada siswa baru yang mendaftar.
BACA JUGA:
- Duh, 36 SD Negeri di Semarang Sepi Peminat Usai SPMB I, Jika Tetap Sepi Bakal Dimerger
- Miris! 10 SD di GunungKidul Tidak Dapat Murid Baru Sama Sekali di SPMB 2025
Sebenarnya, ada satu calon siswa yang mendaftar, namun akhirnya dialihkan ke sekolah lain di bawah yayasan yang sama.
“Sebenarnya kami ada pendaftar satu orang, tetapi kami arahkan ke sekolah lain. Kita memikirkan siswa karena kaitannya dengan sosialisasi anak,” kata staf SD Kanisius Bandung I, FX Yulianto.
“Kalau ikut ego sekolah mungkin kita terima, namun tidak boleh begitu. Maka kami arahkan ke sekolah lain,” lanjutnya.
Yulianto menuturkan bahwa orang tua calon siswa tersebut juga menyetujui keputusan pemindahan ke SD Kanisius Wonosari II, yang masih berada di bawah naungan yayasan yang sama.
Alami penurunan jumlah siswa setiap tahunnya
SD Kanisius Bandung I yang berdiri sejak 1964 ini mengalami penurunan jumlah siswa secara bertahap sejak awal tahun 2000-an. “
Dulu ramai, sebelum ada sekolah lain. Penurunannya bertahap, tidak langsung signifikan. Tahun lalu ada tiga siswa baru, tahun ini satu orang,” ujarnya.
Penurunan jumlah siswa ini diduga disebabkan oleh beberapa faktor, seperti keberhasilan program Keluarga Berencana (KB), serta semakin banyaknya pilihan sekolah negeri maupun swasta di wilayah sekitar.
Meski kini hanya memiliki 24 siswa aktif, sekolah tetap berjalan seperti biasa dengan sembilan guru yang mengajar. Yulianto juga menegaskan bahwa dari sisi prestasi, sekolah tidak kalah dengan sekolah lain.
“Prestasi kita luar biasa. Tidak tertinggal dengan sekolah lain. ASPD tahun ini saja, untuk tingkat korwil kita peringkat dua, dan tingkat kabupaten sekitar 15-an,” katanya.
Ia menyampaikan bahwa yayasan tetap memberi kepercayaan kepada sekolah untuk melanjutkan pendidikan. Pihak sekolah juga akan terus berusaha mendapatkan siswa baru.
“Tahun depan kita upayakan dan optimis akan mendapatkan murid baru,” ujar Yulianto.
Terjadi fenomena sepi pendaftar di SD-SD Gunungkidul
Fenomena minimnya pendaftar juga terjadi di sejumlah sekolah lain di Kabupaten Gunungkidul. Data Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul mencatat ada 10 SD yang tidak mendapatkan pendaftar sama sekali pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025.
“Sekolah yang tidak ada pendaftarnya ini berada di wilayah pinggiran. Dan, memang dari pendataan kami, jumlah anaknya di lokasi ini terbilang lebih sedikit dibandingkan daerah perkotaan,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul, Agus Subariyanto, Rabu (11/6/2025).
Pada tahun ini, dari total kuota 13.888 siswa, hanya 7.111 siswa yang mendaftar, dan 6.666 siswa diterima melalui jalur daring.
Bagi siswa yang belum diterima, masih dapat melakukan pendaftaran secara luring di sekolah negeri maupun swasta yang kuotanya belum terpenuhi.
“Bagi yang belum lolos, bisa memilih negeri atau swasta yang kuota belum terpenuhi dengan offline,” ujar Agus.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply