Inilah Sosok Selebgram Arnold Putra yang Diduga Disandera Junta Militer Myanmar dan Berbagai Kontroversinya

Selebgram Arnold Putra (Instagram/@arnoldputra)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang disebut sebagai selebgram berusia 33 tahun diduga ditahan oleh junta militer Myanmar.

Anggota Komisi I DPR RI, Abraham Sridjaja, dalam rapat kerja bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI pada Senin (30/6), mengungkapkan tuduhan bahwa WNI tersebut terlibat dalam pendanaan kelompok pemberontak Myanmar.

Abraham Sridjaja menjelaskan bahwa WNI tersebut, seorang anak muda, dituduh mendanai pemberontak di Myanmar. Namun, Abraham menegaskan bahwa WNI tersebut, yang berprofesi sebagai pembuat konten media sosial, tidak memiliki niat untuk terlibat dalam konflik internal negara itu.

BACA JUGA:

Abraham juga menyatakan telah berkomunikasi dengan Direktur Perlindungan WNI di Kemlu RI, Judha Nugraha, dan mendesak Kemlu untuk memperjuangkan pemulangan WNI tersebut ke Indonesia, baik melalui jalur amnesti maupun deportasi.

Meskipun identitas WNI tersebut belum diungkap secara resmi oleh pemerintah, warganet Indonesia di media sosial mulai berspekulasi.

Sejumlah pengguna media sosial mencurigai bahwa sosok yang dimaksud adalah Arnold Putra, seorang desainer kontroversial sekaligus petualang digital yang dikenal kerap mendatangi wilayah konflik.

Spekulasi ini muncul mengingat kesamaan usia dan profil yang kerap terlihat bersama Abraham Sridjaja dalam acara-acara internasional.

Menteri Luar Negeri Sugiono belum memberikan tanggapan langsung mengenai kasus spesifik penahanan ini. Namun, ia secara umum mengimbau seluruh WNI untuk mencari informasi mendalam tentang situasi keamanan sebelum bepergian atau bekerja ke luar negeri, terutama ke negara-negara yang tidak stabil secara politik seperti Myanmar.

Sugiono menambahkan bahwa informasi keamanan dapat diakses melalui portal Safe Travel, dan WNI yang menetap di luar negeri sangat disarankan untuk melakukan lapor diri melalui platform Peduli WNI guna memudahkan perlindungan dalam situasi darurat.

Situasi politik di Myanmar memang berada dalam kondisi genting sejak kudeta militer pada Februari 2021. Konflik antara junta militer dan kelompok pemberontak membuat proses diplomasi menjadi lebih rumit bagi negara-negara asing yang ingin melindungi warganya.

Kasus ini menyoroti risiko yang dihadapi WNI di wilayah konflik dan pentingnya kewaspadaan dalam bepergian ke negara-negara dengan kondisi politik yang tidak stabil.

Kontroversi Arnold Putra

Arnold Putra adalah seorang desainer dan influencer atau kreator konten asal Indonesia yang dikenal dengan gaya hidup mewah dan karya-karyanya yang sering kali kontroversial.

Selebgram Arnold Putra (Instagram/@arnoldputra)

Ia kerap memancing perhatian publik karena ketertarikannya pada barang-barang antik dan bahkan bagian tubuh manusia sebagai elemen dalam karyanya.

Beberapa hal yang membuatnya dikenal dan menjadi kontroversi antara lain:

  • Karya dari Tulang Manusia: Salah satu kontroversi terbesarnya adalah ketika ia menjual tas tangan yang diklaim terbuat dari tulang belakang manusia dan lidah buaya. Meskipun ia menyatakan tulang tersebut bersumber secara etis dari surplus medis di Kanada, hal ini tetap memicu perdebatan luas.
  • Pakaian Pemuda Pancasila di Paris Fashion Week: Ia pernah menimbulkan kemarahan publik setelah mengenakan pakaian yang terinspirasi dari seragam organisasi Pemuda Pancasila di ajang Paris Fashion Week.
  • Dugaan Pembelian Organ Manusia: Arnold Putra juga pernah terseret dalam penyelidikan polisi federal Brasil terkait dugaan pembelian organ manusia, seperti tangan dan plasenta, yang dikirimkan dari Brasil ke Singapura.
  • Petualang Digital di Wilayah Konflik: Ia dikenal sebagai sosok yang suka membuat konten di berbagai belahan dunia, termasuk di wilayah-wilayah konflik, yang belakangan ini menjadi sorotan terkait dugaan penahanannya di Myanmar.

Ia sering dianggap sebagai figur yang nyentrik dan memiliki selera mode yang out of the box, namun aksinya kerap kali melampaui batas norma dan etika, sehingga memicu perdebatan luas di media sosial maupun media massa.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*