Dwi Hartono, Dalang Pembunuhan Kacab BRI Ternyata Pernah Jadi Makelar Mahasiswa Baru dan Terjerat Kasus Ijazah Palsu

Dwi Hartono
Sharing for Empowerment


SEMARANG, KalderaNews.com- Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang  memberikan klarifikasi terkait kasus Dwi Hartono, dalang pembunuhan Kepala Cabang Bank di Jakarta, M Ilham Pradipta yang menggemparkan publik.

Terungkap bahwa Dwi pernah divonis 2 tahun penjara pada 2012 lalu karena kasus pemalsuan ijazah. Pihak kampus menyebut, saat itu Dwi bertindak sebagai makelar penerimaan mahasiswa baru di Unissula.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama Unissula, Andre Sugiono, menjelaskan peran Dwi dalam kasus tersebut.

BACA JUGA:

“Yang bersangkutan itu dulu itu makelar penerimaan mahasiswa baru. Jadi dia memalsukan ijazah SMA calon mahasiswa baru dari IPS menjadi IPA, atau paket C, supaya bisa diterima di Fakultas Kedokteran Unissula,” kata Andre.

Palsukan Ijazah Mahasiswa Baru agar Diterima di Fakultas Kedokteran

Andre menambahkan, calon mahasiswa dengan ijazah palsu tersebut pada akhirnya tidak diterima di Unissula. Praktik pemalsuan itu sudah terdeteksi sejak awal proses penerimaan dan langsung diproses secara hukum.

“Ketahuannya dari prosedur ada verifikasi dan validasi ijazah SMA calon mahasiswa baru. Yang dipalsukan ijazah SMA, bukan Unissula,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa perkara tersebut sudah selesai diproses pada 2012 lalu dan tidak ada mahasiswa yang lolos akibat ijazah palsu.

“Yang jelas pada saat itu 2012 terungkap dan sudah divonis hukumannya. Siswanya nggak ada yang keterima,” lanjutnya.

Andre menekankan bahwa kasus lama ini tidak ada kaitannya langsung dengan Unissula. Nama kampus hanya ikut terseret karena lokasinya berkaitan dengan proses seleksi mahasiswa baru saat itu.

“Karena itu kan kriminal umum ya. Jadi kita di akademik tidak ikut-ikutan,” ujar Andre.

Sebelumnya, polisi juga mengonfirmasi bahwa Dwi Hartono memang pernah tersangkut kasus serupa. Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Darma Sena, menyebut ijazah yang dipalsukan merupakan ijazah SMA paket C.

“Iya benar di tahun 2012 terkait pemalsuan ijazah SMA, paket C kalau nggak salah,” kata Andika.

Kasus terbaru Dwi Hartono mencuat setelah Ilham Pradipta ditemukan tewas di Bekasi pada Kamis (21/8). Ilham sebelumnya diculik setelah menghadiri rapat dengan rekan kerja di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (20/8).

Polisi menyebut ada empat aktor intelektual dalam kasus penculikan dan pembunuhan tersebut, yakni C, DH (Dwi Hartono), YJ, dan AA. DH bersama dua rekannya ditangkap di Solo pada Sabtu (23/8), sementara C diamankan sehari setelahnya di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, membenarkan peran Dwi Hartono.

“DH merupakan salah satu dari aktor intelektual penculikan,” jelas Ade.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


1,715 views