
Penulis: Tim Junalistik Belia SMA Tarakanita Citra Raya
CITRA RAYA, KalderaNews.com – Hari kedua Open House Tarakanita Citra Raya 2025 pada Sabtu, 30 Agustus 2025 benar-benar menjadi pesta besar.
Sejak pagi hingga sore suasana sekolah berubah menjadi arena penuh tawa, semangat, dan kreativitas. Dari olahraga, seni, edukasi, hingga kuliner—semua berpadu dalam satu kemeriahan tak terlupakan.
Matahari baru naik, namun semangat sudah membara. Lima siswa-siswi SMA Tarakanita Citra Raya memimpin senam bersama yang diikuti para pengunjung Open House. Gerakan yang kompak, iringan musik ceria, dan tawa riang membuat lapangan sekolah seolah dipenuhi energi positif yang bergetar ke seluruh penjuru.
BACA JUGA:
- Semarak Open House Tarakanita Blok Citra Raya 2025, Mengembangkan Generasi Cerdas Berintegritas
- Edukasi Hukum bagi Pelajar Sejak Dini, Kapolresta Tangerang Sambangi SMA Tarakanita Citra Raya
- Jadi Tuan Rumah OSTARNAS VI, Ini Capaian Gemilang SMA Tarakanita Citra Raya
Salah satu momen paling ditunggu adalah drama kolosal lintas unit, dari TK hingga SMA, yang mengisahkan perjuangan meraih mimpi dan berhasil menggetarkan hati penonton.
Rafael Advent Nugroho (XI D) menegaskan bahwa pesan utamanya adalah menyadarkan semua orang bahwa pendidikan merupakan hak setiap individu, sementara Christian Bilqis Abednego Silaen (X) merasa seluruh latihan yang mereka jalani terbayar lunas karena penonton terhibur dan para pemain pun ikut bahagia.
Drama ini bukan sekadar tontonan, melainkan pengingat akan pentingnya pendidikan sebagai bekal masa depan
Operasi Semut di Tengah Pertandingan
Sementara itu, lapangan futsal dipenuhi adrenalin dengan sorakan penonton yang membuat suasana semakin menegangkan. Peserta dari SMP Strada Yos Sudarso, Irvando dan Jonathan, menilai acara ini seru, penuh pengalaman baru, serta didukung fasilitas lapangan yang luas dan bazar yang variatif.
Hal serupa dirasakan tiga pemain SD Al Hikmah—Mahbub Zafaraani, Muhammad Alfidzar, dan Ihtisyam Khairan Fabregas—yang mengaku pertandingan seru sekaligus menegangkan, namun menjadi pengalaman berharga. Lebih dari sekadar perebutan juara, futsal hari itu menjadi ajang sportivitas dan persahabatan.
Keceriaan anak-anak TK semakin menyemarakkan Open House melalui berbagai lomba seru, mulai dari lomba balita sehat hingga lomba pindah bendera. Di lomba balita sehat, Rama tampak antusias mengikuti setiap tahap kegiatan dengan penuh semangat, ditemani sang ayah, Pak Synesius Advent Widyanto, yang mengaku senang mendapat pengalaman baru sekaligus bisa menikmati suasana open house.

Sementara itu, di lomba pindah bendera, tawa dan sorak-sorai penonton pecah melihat tingkah lugu para peserta kecil yang berusaha secepat mungkin memindahkan bendera dengan penuh konsentrasi.
Kedua lomba ini bukan sekadar permainan, melainkan wadah bagi anak-anak untuk belajar percaya diri, bekerja sama, sekaligus menumbuhkan keceriaan yang menular bagi semua yang hadir.
Di tengah hiruk pikuk pertandingan dan ramainya pengunjung yang memadati area sekolah, sekelompok siswa SMP Tarakanita Cita Raya justru memilih mengambil peran berbeda melalui Operasi Semut. Dengan penuh kepedulian, mereka berkeliling sigap memungut sampah demi menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman.
Arya dan Gerly (8A) mengaku bangga bisa terlibat dalam kegiatan sederhana namun bermakna ini, karena meskipun terlihat kecil, aksi mereka memberikan dampak besar bagi kenyamanan semua orang.
“Senang rasanya bisa ikut menjaga sekolah tetap bersih, apalagi saat pengunjungnya banyak,” ungkap mereka.
Tindakan sukarela ini menjadi bukti bahwa kontribusi nyata tidak selalu harus besar; dari langkah kecil seperti memungut sampah pun tercipta perubahan yang berharga, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya tanggung jawab bersama dalam mencintai lingkungan sekolah.
Bazar Rasa & Kreasi
Deretan stand bazar tak hanya jadi pusat perhatian, tetapi juga sumber inspirasi bagi siapa saja yang berkunjung. Dari cita rasa makanan tradisional yang menggugah kenangan, minuman kekinian yang segar dan penuh kreativitas, hingga karya tangan yang memancarkan ketelatenan, semuanya menghadirkan cerita tersendiri.
Salah satu yang paling menonjol adalah Bell’s Handmade milik Ibu Isabella Wijaya, yang memamerkan boneka rajut dan gantungan kunci karakter animasi buatan tangan dengan penuh cinta.
Sudah tiga tahun beliau konsisten mengikuti bazar ini, bukan semata untuk berjualan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan nyata bagi sekolah dan ajang untuk menebarkan inspirasi tentang pentingnya kreativitas serta kerja keras.
Harapannya, bazar semacam ini terus hadir setiap tahun, menjadi ruang tumbuhnya ide-ide baru sekaligus jembatan yang menghubungkan sekolah dengan masyarakat.

Pameran karya siswa juga menarik banyak pengunjung, terutama karena menampilkan beragam karya seni kreatif dan tester makanan yang membuat suasana semakin semarak. Lea, Karen, dan Kimi (kelas 6B) sepakat bahwa pameran SD dan SMP paling seru karena penuh dengan karya seni keren dan makanan menarik untuk dicoba.
Apresiasi juga datang dari para guru SMA Tarakanita Citra Raya. Esli Yunita Sari, S.Si (guru Biologi) menilai open house ini bisa menjadi ajang reuni alumni sekaligus mempererat persaudaraan, dengan antusiasme pengunjung yang luar biasa, terutama pada bazar makanan yang variatif.
Sementara itu, Yuliana Triwahyuni, S.Si (guru Kimia) menyebut acara ini seru, keren, serta ditangani panitia yang kompeten, dan berharap tahun depan pameran bisa lebih meriah dengan menghadirkan lebih banyak karya.
Haru Orang Tua
Robby, orang tua dari Devin (kelas 5), tak bisa menyembunyikan rasa harunya. “Biasanya acara besar identik dengan tumpukan sampah plastik. Tapi di sini berbeda, nyaris tidak ada sampah berserakan. Salut untuk panitia dan siswa yang begitu peduli menjaga lingkungan,” ungkapnya dengan bangga.
Ia menambahkan, kebiasaan kecil seperti ini justru menjadi warisan besar bagi anak-anak.
“Saya percaya, saat anak-anak belajar mencintai lingkungan sejak dini, mereka sedang menyiapkan masa depan yang lebih bersih dan lebih baik. Sebagai orang tua, saya merasa tenang melihat nilai ini ditanamkan di sekolah,” tuturnya penuh harapan.

Hari kedua Open House Tarakanita Citra Raya 2025 ditutup dengan rangkaian istimewa: pembukaan PPDB, pengumuman pemenang lomba, dan pengundian grand prize doorprize.
PPDB menjadi gerbang awal lahirnya generasi baru bersemangat cerdas berintegritas. Sorak gembira mengiringi pengumuman para juara, menegaskan semangat sportivitas dan kerja sama yang hidup di Tarakanita.
Puncaknya, pengundian grand prize menghadirkan tawa, keceriaan, dan haru, menjadi penutup manis dari Open House yang sarat kebersamaan, kehangatan, dan harapan akan masa depan gemilang.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply