
MUSI, KalderaNews.com– Insiden tragis terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, ketika seorang siswa MTs berusia 15 tahun meninggal dunia setelah ditusuk.
Mirisnya, ia ditusuk oleh pelajar kelas 4 SD yang baru berusia 10 tahun. Peristiwa tersebut berlangsung di Desa Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, pada Jumat (8/8) sekitar pukul 11.00 WIB.
Menurut informasi yang dihimpun, pelaku berinisial GN menusukkan gunting ke leher korban berinisial RI, yang merupakan siswa kelas 2 MTs.
BACA JUGA:
- Waduh, Siswa SD Korban Bullying Kakak Kelas di Subang Akhirnya Meninggal Dunia
- Marak Kasus Kekerasan di Sekolah, DPR Sebut Game Online Jadi Salah Satu Pemicunya
- Dinilai Ada Unsur Kekerasan, Mendikdasmen Larang Siswa Main Roblox
Korban sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Pauh selama dua jam, namun nyawanya tak terselamatkan.
Motif Penusukan Masih Belum Diketahui
Kapolsek Rawas Ilir, Iptu Andri Firmansyah, membenarkan kejadian ini. Pelaku telah diamankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
“Saat ini pelaku sudah dibawa ke Polres Muratara dan akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan olah TKP dan penyelidikan mendalam. Motif pelaku yang masih di bawah umur belum terungkap.
“Untuk penyebab perkelahian itu masih didalami. Namanya anak-anak, mungkin ribut atau berkelahi seperti anak-anak pada umumnya sehingga emosi. Tapi kalau dendam itu tidak,” ujarnya.
Video penangkapan pelaku yang diunggah akun Instagram @anni.rusliani memperlihatkan seorang anak mengenakan kemeja kotak-kotak hitam putih digiring oleh beberapa orang. Tangan pelaku tampak dipegang erat saat dibawa pergi.
“Dunia makin tua, anak kelas 4 SD membunuh temannya pakai gunting,” tulis keterangan pada unggahan tersebut.
Unggahan ini memicu reaksi warganet. Banyak yang menolak tindakan tersebut dianggap sekadar kenakalan anak-anak.
“Stop normalisasi ‘nama nya juga anak2’, klo udah bisa bunuh orang dia bukan anak2 lagi,” tulis akun @feryal*****.
Komentar lain juga menyebut ekspresi pelaku yang terlihat tenang.
“Wajahnya tidak menunjukan bersalah @nana_s***,”** tulisnya.
Sebagian warganet menduga perbuatan ini dipicu pengaruh konten digital yang tidak sesuai usia.
“Terpengaruh game dan adegan di youtube yg tak sesuai umur,” kata akun @evi_risky_
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply