
PANGANDARAN, KalderaNews.com– Sebuah video berdurasi 48 detik yang merekam dugaan perundungan terhadap seorang siswa SMP di Pangandaran beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman tersebut terlihat seorang pelajar dipukul oleh kakak kelasnya hingga terjatuh, sementara sejumlah siswa lain yang berada di lokasi terdengar tertawa.
Kepala SMP Negeri 6 Padaherang, Islah Hadiansyah, membenarkan bahwa korban dan pelaku adalah siswanya.
BACA JUGA:
- Waduh, Siswa SD Korban Bullying Kakak Kelas di Subang Akhirnya Meninggal Dunia
- Viral, Aksi Perundungan Siswi SMP Negeri di Kota Serang, Sudah 5 Bulan Lalu, Polisi Kok Masih Selidiki
- KPAI: Marak Kasus Perundungan di Sekolah Elite, Ternyata Ini Penyebab!
Kejadian Perundungan Tidak di Kelas
Namun, ia menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak berlangsung di lingkungan sekolah maupun saat jam pelajaran.
“Dalam video tersebut, korban dan pelaku adalah siswa kami yang memang itu kejadiannya di luar pelajaran sekolah dan di luar lingkungan sekolah,” ujar Islah.
Islah menambahkan bahwa pihaknya telah melibatkan kepolisian dan mendampingi orang tua korban untuk melaporkan kejadian tersebut.
Kapolres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan, melalui Kasi Humas Iptu Yusdiana, menyampaikan bahwa laporan terkait dugaan penganiayaan ini telah diterima.
“Kejadiannya di salah satu sekolah di Kecamatan Padaherang, saat ini melalui Kanit PPA sudah melakukan pemanggilan saksi-saksi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa korban dan pelaku tinggal di kampung yang sama dan masih bertetangga.
“Diduga kenakalan remaja,” ujarnya.
Dinas Pendidikan Kutuk Keras Kejadian Perundungan
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Supri, menuturkan pihaknya telah memverifikasi peristiwa tersebut kepada pihak sekolah.
“Sudah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian, kejadiannya memang di luar jam sekolah,” katanya.
Supri menyebut bahwa saat ini pihaknya menunggu hasil pemeriksaan saksi dari kepolisian.
“Keduanya memang masih sekolah dan juga masih satu sekolah di salah satu SMP di Padaherang,” jelasnya.
Supri mengajak guru, tokoh masyarakat, dan orang tua untuk ikut mengawasi anak-anak, termasuk di luar jam belajar.
“Saling berbagi tugas untuk mengawasi, walaupun di luar jam sekolah, anak-anak harus tetap diawasi betul oleh semuanya, terutama orang tua,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa insiden seperti ini baru pertama kali terjadi di Pangandaran dan pihaknya sangat mengecamnya.
“Masya Allah, bukan hanya menyayangkan, tapi juga mengutuk keras tindakan tersebut,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply