TANGERANG, KalderaNews.com – Duka mendalam menyelimuti Perumahan Puri Bidara, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Warga dan kerabat berbondong-bondong datang ke rumah Andika Lutfi Falah (16), siswa kelas 2 SMKN 14 Kabupaten Tangerang, yang meninggal dunia setelah mengikuti aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta.
Andika, yang dikenal sebagai sosok pencinta alam, dimakamkan pada Senin (1/9/2025) siang, meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan teman-temannya.
Kepergian Andika penuh dengan cerita yang tak terduga. Menurut Ketua RT setempat, Sugiono, pada Kamis (28/8/2025), Andika berpamitan kepada pihak sekolah dengan alasan mengantar ibunya berobat.
BACA JUGA:
- Rheza Sendy Pratama, Mahasiswa Universitas Amikom Jogja Diduga Meninggal Usai Demo
- Misteri Kematian Mahasiswa Unnes Iko Juliant Junior (19), Diduga Korban Kekerasan, Polisi Sebut Kecelakaan
- Inilah Profil Pendidikan dan Aktivitas Direktur Lokataru Foundation Delpedro Marhaen yang Dibekuk Polisi
Namun, tanpa sepengetahuan keluarga dan guru, ia pergi bersama teman-temannya untuk ikut berunjuk rasa.
Setelah aksi, Andika tidak kunjung pulang. Keluarga sempat panik karena Andika tidak membawa telepon genggam maupun identitas. Hingga Sabtu (30/8/2025) sore, kabar mengejutkan datang melalui media sosial bahwa Andika berada di RS Mintohardjo, Jakarta Pusat, dalam kondisi kritis.
Keluarga langsung bergegas ke rumah sakit dan mendapati Andika sudah tidak sadarkan diri sejak Jumat (29/8/2025).
Kejanggalan di Balik Kematiannya
Berdasarkan keterangan tim medis, Andika mengalami koma akibat tempurung belakang kepalanya retak. Pihak keluarga menduga luka tersebut akibat hantaman benda tumpul.
Meski begitu, penyebab pasti retaknya tempurung kepala tidak diketahui oleh keluarga. “Terkait benturan itu saya tidak tahu persis, apakah memang dia jatuh atau bagaimana,” ujar Sugiono.
Di tengah duka yang mendalam, keluarga memilih untuk tidak memperpanjang masalah ini. Ibunda Andika, dengan tegar, menyatakan bahwa ia telah mengikhlaskan kepergian putranya. “Saya tidak menyalahkan siapa pun, mungkin ini memang sudah takdir anak saya,” katanya lirih.
Ia mengenang sosok Andika yang dikenal gemar mendaki gunung, sebuah hobi yang menunjukkan ketangguhan dan cintanya pada alam.
Kehadiran Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud, di rumah duka menambah haru suasana. Pihak keluarga pun menegaskan mereka telah menerima takdir ini.
“Jadi saya tekankan kembali, pihak keluarga tidak akan melanjutkan hal-hal yang tidak diinginkan. Semua sudah ikhlas dan rida,” tegas Sugiono.
Kisah Andika Lutfi Falah menjadi pengingat bagi kita semua tentang risiko yang mengintai dalam setiap pergerakan. Semoga ia beristirahat dengan tenang, dan keluarganya diberi kekuatan untuk melanjutkan hidup.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply