
MAGELANG, KalderaNews.com – Pembelajaran abad 21 merupakan pembelajaran yang berpusat pada murid, mengintegrasikan pembelajaran dengan teknologi, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, inovatif (kreatif), berkomunikasi, berkolaborasi, kemampuan literasi, serta keterampilan hidup (life skills).
Tujuan pengembangan pembelajaran ini adalah mempersiapkan murid menghadapi tantangan global yang semakin kompleks dan terus berkembang.
Pembentukan karakter menjadi aspek yang sama pentingnya dengan pencapaian akademik. SMA Tarakanita Magelang memandang bahwa murid perlu memiliki landasan nilai yang kokoh untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, cepat berubah, dan sarat dengan persaingan.
BACA JUGA:
- Education Fair SMA Tarakanita Magelang 2025, Wadah Inspirasi Karier dan Studi Lanjut
- Kokurikuler Humaniora SMA Tarakanita Magelang, Remaja Sehat Mental, Raih Masa Depan Gemilang
- SMA Tarakanita Magelang Dukung Gerakan Sekolah Aman Digital Bersama Pusdatin dan BSSN
Nilai-nilai yang menjadi ciri khas SMA Tarakanita Magelang adalah Compassion, Celebration, Competence, Conviction, Creativity, Community, KPKC (Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan), Kedisiplinan, dan Kejujuran. Nilai-nilai ini merupakan pilar yang diharapkan dapat menuntun murid menjadi pribadi yang utuh, peduli, berintegritas, serta mampu berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Pembentukan nilai-nilai karakter Tarakanita tersebut tidak cukup hanya melalui pembelajaran di kelas. Dibutuhkan kegiatan yang mampu mengasah keterampilan sosial, emosional, dan mental siswa secara langsung melalui pengalaman nyata.
Character Building adalah salah satu metode yang efektif, karena menghadirkan situasi dan tantangan yang mendorong siswa menghidupi nilai – nilai Cc5 yang merupakan karakter siswa Tarakanita.
Melalui kerja sama dengan Yonarmed 3/Nagapakca Magelang, kegiatan ini dirancang dalam bentuk pelatihan kedisiplinan, outbound, dan pembekalan wawasan kebangsaan yang disesuaikan dengan usia dan karakter murid. Kombinasi antara tantangan fisik, pembelajaran nilai, dan refleksi akan membantu murid menginternalisasi nilai karakter Tarakanita dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Character Building and Leadership Camp 2025 dilaksanakan selama 3 hari 2 malam yang berlokasi di Yonarmed 3/Nagapakca Magelang yang beralamat di Jalan Nasional 14 No. 500, Sambung Jetis, Jambewangi, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Kegiatan Character Building and Leadership Camp 2025 Kelas X SMA Tarakanita Magelang secara khusus memiliki tujuan sebagai berikut.
1). Menghidupi Celebration
Mengajarkan siswa untuk menghargai pencapaian diri dan orang lain, serta membangun suasana sukacita yang memotivasi keberhasilan bersama.
2). Menumbuhkan Compassion
Melatih kepedulian dan empati siswa terhadap sesama melalui kegiatan kerja sama, saling membantu, dan berbagi tanggung jawab dalam kelompok.
3). Menguatkan Conviction
Membentuk keteguhan hati dan keberanian siswa untuk memegang prinsip, berintegritas, dan membuat keputusan yang benar dalam situasi penuh tantangan.
4). Membangun Community
Menciptakan rasa kebersamaan dan solidaritas melalui interaksi positif, kerja tim, dan saling mendukung di antara siswa, guru, dan pihak eksternal.
5). Mengasah Creativity
Mengembangkan kemampuan berpikir kreatif, problem solving, dan inovasi siswa dalam menghadapi situasi baru dan menyelesaikan tantangan.
6). Menanamkan Kedisiplinan
Membiasakan siswa untuk mengatur waktu, menaati peraturan, dan menjalankan tanggung jawab.
Pada hari pertama, peserta kegiatan Character Building and Leadership Camp 2025 berkumpul di sekolah sekitar pukul 06.45 untuk briefing/koordinasi teknis dan mengecek barang bawaan.
Dengan 3 Truk
Peserta berangkat ke lokasi dengan menggunakan 3 truk yang disiapkan oleh Yonarmed 3 Nagapakca Magelang. Setelah tiba di lokasi, peserta diminta untuk meletakkan barang bawaan di tenda masing-masing. Kemudian, diminta untuk berkumpul kembali dan berjalan menuju tempat penyimpanan senjata berat dan senjata ringan.
Selama perjalanan peserta berbaris sambil bernyanyi lagu nasional dengan keras dan lantang. Peserta diperkenalkan dengan berbagai alutsista, seperti meriam 105 mm tarik yang mampu menjangkau sasaran hingga 11 km dengan radius ledakan 30 meter, kendaraan yang dipakai dalam medan peperangan seperti REO dan UNIMOG, serta senjata lain seperti SMS, SMR MINIMI, dan SS2-V5 yang masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan.
Peserta kegiatan Character Building and Leadership Camp 2025 juga dilatih dengan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) untuk melatih disiplin, kekompakan, dan ketepatan mengikuti aba-aba.

Tidak hanya itu, peserta juga membuat yel-yel satu angkatan yang membangkitkan semangat kebersamaan, belajar bela diri dasar sebagai bekal menjaga diri, serta mempraktikkan pertolongan pertama gawat darurat yang sangat penting dalam situasi darurat.
Seluruh kegiatan hari pertama ditutup dengan ibadat bersama dan renungan malam, yang memberi ketenangan batin sekaligus mengingatkan bahwa di balik semua latihan fisik dan kedisiplinan, ada nilai spiritual yang memperkuat mental dan jiwa.
Hari kedua diawali dengan bangun pagi pukul 04.00 untuk melaksanakan ibadah pagi. Kemudian pukul 04.30 peserta berkumpul kembali untuk melaksanakan kegiatan senam bersama di lapangan basket. Setelah itu peserta diberi waktu untuk mandi yang dilanjutkan dengan sesi makan pagi. Selesai sarapan, kegiatan dilanjutkan dengan pemantapan latihan PBB.
Peserta dibagi dalam 4 kelompok dan berlatih dengan pelatih masing-masing. Setiap kelompok menampilkan performa terbaiknya dengan menunjukkan kekompakan dan konsetrasi/fokus dalam baris berbaris.
Penampilan saat baris berbaris ini dinilai oleh pelatih dan guru pendamping. Dan akhirnya didapatkan 2 kelompok terbaik yang merupakan hasil penilaian dari pelatih dan guru pendamping. Juara pertama diraih oleh kelompok Abira Dwi Nugroho Kudampa dan juara kedua diraih oleh kelompok Catharina Avrilia Sanak.
Wawasan Kebangsaan
Kegiatan berikutnya setelah sesi PBB adalah materi wawasan kebangsaan. Peserta berkumpul di aula untuk mendengarkan pemaparan materi wawasan kebangsaan. Tujuan utama pemberian materi wawasan kebangsaan ini adalah menanamkan pemahaman kepada peserta untuk membangun dan mengembangkan persatuan dan kesatuan wilayah Indonesia, serta menempatkan persatuan dan kesatuan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Sesi ini berlangsung secara interaktif dan peserta antusias dalam merespon setiap informasi maupun pertanyaan dari pelatih/pemateri. Setelah itu peserta diarahkan menuju lapangan Tri Setya untuk melanjutkan materi berikutnya yaitu bela diri teknis. Dalam sesi ini peserta diajarkan bagaimana memiliki kemampuan bertahan dengan teknik defensif praktis untuk situasi nyata. Hari kedua ditutup dengan kegiatan jurit malam yang dimulai sekitar pukul 22.00.
Peserta dibagi dalam 6 kelompok yang berjalan melewati pos-pos. Dari kegiatan jurit malam, peserta belajar keberanian, kemandirian, disiplin, kerja sama, kepemimpinan, hingga nilai spiritual. Semua pengalaman ini tidak hanya mengasah keterampilan praktis, tetapi juga membentuk karakter tangguh, berani, dan berempati.
Peserta harus berjalan dalam gelap dengan rute yang cukup menantang. Suasana hening, hanya ditemani suara serangga dan hembusan angin malam, membuat perasaan peserta campur aduk antara takut dan cemas. Namun, karena berjalan bersama kelompok, rasa takut itu perlahan berkurang. Peserta merasa bahwa keberanian bukanlah sesuatu yang muncul begitu saja, melainkan lahir ketika antar anggota kelompok mau saling mendukung dan memberi semangat satu sama lain.
Dari situ peserta belajar bahwa kebersamaan mampu mengalahkan rasa takut, dan keberanian sejati seringkali muncul di tengah kebersamaan. Hal ini diungkapkan oleh salah satu peserta yaitu Joanna Felicia dari kelas X1. Jurit malam selesai kira-kira pukul 01.30 sekaligus menutup rangkaian kegiatan hari kedua.
Hari ketiga yang merupakan hari terakhir pelaksanaan kegiatan Character Building and Leadership Camp 2025 diisi dengan kegiatan outbound di lapangan Tri Setya. Dalam kegiatan outbound ini setiap peserta berjuang melawan rasa takut dan tidak percaya diri mereka untuk berhasil melewati setiap tantangan.
Banyak pengalaman baru yang peserta dapatkan dan tentunya kekompakan dalam kelompok akan sangat menentukan keberhasilan dalam menaklukan setiap tantangan. Pengalaman harus masuk ke dalam kubangan lumpur, menaiki dan menuruni bukit dengan tali, berjalan di atas tali dan banyak kegiatan lain dalam outbound merupakan suatu pengalaman tak terlupakan bagi peserta.
Outbound ditutup dengan kegiatan pembersihan di Kali Bening. Peserta nampak puas dan bangga dengan pencapaian bisa melewati kegiatan Character Building and Leadership Camp 2025 dengan lancar, penuh sukacita meskipun awalnya terasa berat. Pelatih pun juga ikut merayakan keberhasilan tersebut dengan ikut menceburkan diri di Kali Bening sehingga menambah gemuruh semangat dan kebanggaan peserta akan pencapaiannya.
Semoga kegiatan Character Building and Leadership Camp 2025 tidak hanya menjadi kegiatan rekreatif, tetapi juga sarana strategis untuk membentuk generasi yang peduli, tangguh, kreatif, disiplin, dan siap menjadi agen perubahan positif di masa depan. (Penulis: Maria Dewi Sulistyarini).
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply