Inilah Daftar Lengkap Anggota ASEAN Terkini, Seperti Apa Sejarah dan Kiprahnya?

ASEAN and the European Union (EU) launched a new programme called Sustainable Connectivity Package (SCOPE) in Higher Education in Jakarta
ASEAN and the European Union (EU) launched a new programme called Sustainable Connectivity Package (SCOPE) in Higher Education in Jakarta (KalderaNews/JS de Britto)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau yang dikenal dengan ASEAN (Association of Southeast Asian Nations), adalah sebuah organisasi geopolitik dan ekonomi yang melibatkan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Didirikan di tengah gejolak politik global, ASEAN telah bertransformasi menjadi salah satu entitas regional paling berpengaruh di dunia.

BACA JUGA:

Berikut adalah artikel komprehensif mengenai ASEAN, mencakup sejarah, tujuan, kiprah, dan daftar lengkap anggotanya.

1. Sejarah ASEAN

Latar belakang berdirinya ASEAN tidak terlepas dari situasi geopolitik yang kompleks pada era 1960-an. Kawasan Asia Tenggara saat itu diwarnai ketegangan Perang Dingin, konflik ideologi, dan perselisihan antarnegara pasca-kemerdekaan.

A. Latar Belakang Pembentukan

Faktor-faktor utama yang mendorong lahirnya ASEAN adalah:

  1. Persamaan Geografis dan Budaya: Negara-negara di Asia Tenggara memiliki kedekatan geografis dan sebagian besar memiliki akar budaya Melayu Austronesia.
  2. Persamaan Nasib: Kecuali Thailand, sebagian besar negara pendiri memiliki nasib yang sama, yakni pernah dijajah oleh bangsa asing.
  3. Ancaman Komunisme: Kekhawatiran akan meluasnya pengaruh komunisme di kawasan, terutama dari Uni Soviet dan Tiongkok.
  4. Konflik Regional: Adanya konflik yang terjadi antarnegara di kawasan, seperti konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia.

B. Deklarasi Bangkok 1967

Inisiatif untuk membentuk sebuah organisasi regional yang lebih inklusif dan efektif muncul dari para pemimpin lima negara Asia Tenggara. ASEAN resmi didirikan pada 8 Agustus 1967 melalui penandatanganan sebuah dokumen bersejarah yang dikenal sebagai Deklarasi Bangkok (ASEAN Declaration) di Bangkok, Thailand.

Lima negara pendiri dan perwakilan yang menandatangani deklarasi tersebut adalah:

  1. Indonesia (diwakili oleh Adam Malik)
  2. Malaysia (diwakili oleh Tun Abdul Razak)
  3. Filipina (diwakili oleh Narciso R. Ramos)
  4. Singapura (diwakili oleh S. Rajaratnam)
  5. Thailand (diwakili oleh Thanat Khoman)

2. Tujuan Dibentuknya ASEAN

Tujuan utama dibentuknya ASEAN, sebagaimana tertuang dalam Deklarasi Bangkok, mencakup aspek ekonomi, sosial, budaya, dan keamanan regional. Tujuan-tujuan tersebut disarikan sebagai berikut:

  1. Mempercepat Pertumbuhan Regional: Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan di kawasan melalui usaha bersama dalam semangat kesamaan dan persahabatan.
  2. Meningkatkan Stabilitas dan Perdamaian: Memelihara perdamaian dan stabilitas regional dengan menjunjung tinggi keadilan, supremasi hukum, dan mematuhi prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
  3. Mendorong Kerja Sama Aktif: Meningkatkan kerja sama yang aktif dan saling membantu dalam masalah-masalah kepentingan bersama di bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi.
  4. Saling Memberikan Bantuan: Saling memberikan bantuan dalam bentuk sarana pelatihan dan penelitian di bidang profesional, teknik, dan administrasi.
  5. Memanfaatkan Sumber Daya: Bekerja sama secara lebih efektif untuk meningkatkan pemanfaatan pertanian dan industri, memperluas perdagangan, memperbaiki sarana transportasi dan komunikasi, serta meningkatkan taraf hidup rakyat.
  6. Memelihara Kerja Sama Internasional: Menjaga kerja sama yang erat dan bermanfaat dengan organisasi-organisasi regional dan internasional lainnya.

3. Kiprah ASEAN

Selama lebih dari lima dekade, ASEAN telah memainkan peran sentral dalam dinamika regional dan global, terutama setelah ditandatanganinya Piagam ASEAN (ASEAN Charter) pada tahun 2007, yang memberikan landasan hukum dan kelembagaan yang lebih kuat.

Kiprah dan peran penting ASEAN didasarkan pada tiga pilar utama yang membentuk Komunitas ASEAN (ASEAN Community), yaitu:

A. Pilar Politik-Keamanan (ASEAN Political-Security Community/APSC)

  • Zona Damai dan Netral (ZOPFAN): Komitmen untuk menjadikan Asia Tenggara sebagai kawasan yang bebas, damai, dan netral, bebas dari campur tangan pihak luar.
  • Perjanjian Bebas Nuklir (SEANWFZ): Menetapkan Asia Tenggara sebagai zona bebas senjata nuklir.
  • Penyelesaian Konflik: Berfungsi sebagai forum dialog dan mekanisme penyelesaian sengketa secara damai antarnegara anggota, misalnya dalam kasus sengketa perbatasan. ASEAN juga memfasilitasi forum dialog yang lebih luas, seperti ASEAN Regional Forum (ARF), yang melibatkan negara-negara mitra di luar kawasan untuk membahas isu keamanan.

B. Pilar Ekonomi (ASEAN Economic Community/AEC)

  • Integrasi Ekonomi: Menciptakan pasar tunggal dan basis produksi bersama dengan pergerakan bebas barang, jasa, investasi, modal, dan tenaga kerja terampil di antara negara-negara anggota.
  • Peningkatan Daya Saing: Berperan penting dalam meningkatkan daya saing kawasan melalui penghapusan tarif dan hambatan non-tarif untuk memperlancar perdagangan dan investasi.
  • Hubungan Eksternal: Menjalin kerja sama perdagangan bebas (FTA) dengan mitra-mitra ekonomi utama dunia, seperti Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, India, Australia, dan Selandia Baru.

C. Pilar Sosial-Budaya (ASEAN Socio-Cultural Community/ASCC)

  • Peningkatan Kesejahteraan: Berfokus pada peningkatan kualitas hidup, pengentasan kemiskinan, dan penanggulangan bencana.
  • Penguatan Identitas Regional: Mempromosikan kesadaran dan kebanggaan akan identitas dan keragaman budaya Asia Tenggara.
  • Tantangan Transnasional: Bekerja sama dalam menangani isu-isu bersama seperti perubahan iklim, penyebaran penyakit menular (seperti COVID-19), dan kejahatan transnasional.

4. Anggota Lengkap ASEAN

Sejak didirikan oleh lima negara pada tahun 1967, jumlah anggota ASEAN terus bertambah secara bertahap, mencakup seluruh negara di kawasan Asia Tenggara.

Berikut adalah daftar lengkap negara anggota ASEAN, termasuk tahun bergabungnya:

No.Negara AnggotaTahun BergabungKeterangan
1Indonesia8 Agustus 1967Negara Pendiri
2Malaysia8 Agustus 1967Negara Pendiri
3Filipina8 Agustus 1967Negara Pendiri
4Singapura8 Agustus 1967Negara Pendiri
5Thailand8 Agustus 1967Negara Pendiri dan Tuan Rumah Deklarasi Bangkok
6Brunei Darussalam7 Januari 1984Bergabung beberapa hari setelah memproklamasikan kemerdekaan
7Vietnam28 Juli 1995Menandai integrasi kawasan pasca-Perang Dingin
8Laos23 Juli 1997Bergabung bersama Myanmar
9Myanmar23 Juli 1997Komitmen pada perdamaian dan kesejahteraan bersama
10Kamboja30 April 1999Bergabung setelah sempat tertunda karena isu domestik
11Timor-Leste2025Anggota terbaru ASEAN, resmi diterima setelah memenuhi kriteria kesiapan kelembagaan dan ekonomi.

Dengan bergabungnya Timor-Leste sebagai anggota ke-11, ASEAN kini menyatukan seluruh negara di Asia Tenggara, memperkuat ambisi kawasan untuk mencapai visi “Satu Visi, Satu Identitas, Satu Komunitas” (One Vision, One Identity, One Community).

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*