Miris! Rentetan Kelam Kekerasan di Sekolah dan Kampus Selama Tahun 2025, Sudah Memakan Korban Nyawa

Bullying atau perundungan di sekolah. (Ist.)
Bullying atau perundungan di sekolah. (Ist.)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Dunia pendidikan Indonesia belum baik-baik saja. Rentetan kasus kekerasan menjadi catatan kelam. Bahkan, sejumlah nyawa mesti melayang!

Dari jenjang SD hingga perguruan tinggi, aksi kekerasan yang melibatkan sesama pelajar dan mahasiswa ini menyoroti daruratnya perlindungan anak di lingkungan belajar.

Beberapa kasus bahkan berujung pada cedera serius, trauma psikologis, hingga hilangnya nyawa.

So, berikut rangkuman 9 kasus bullying yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia pada tahun 2025.

BACA JUGA:

Berujung kematian dan cedera serius

  1. Grobogan, Jawa Tengah: Seorang siswa SMP inisial ABP di Grobogan meninggal dunia setelah terlibat dua kali perkelahian dengan dua teman yang berbeda dalam satu hari. Korban sempat jatuh dan kejang sebelum meninggal dunia. Pihak kepolisian telah menetapkan kemungkinan dua anak sebagai tersangka.
  2. Lampung: Kasus tragis di Lampung melibatkan siswa SMP yang tewas ditikam gunting oleh temannya sendiri. Pelaku mengaku aksinya dipicu oleh perundungan berulang yang dilakukan korban sejak September 2025, termasuk ditendang dan dipukul. Pelaku yang geram akhirnya menyerang korban saat kembali dipukuli.
  3. Wonosobo, Jawa Tengah: Seorang siswa kelas 3 SD meninggal dunia, diduga setelah mengalami pemukulan di bagian perut oleh temannya di sekolah. Korban sempat dirawat di rumah sakit. Untuk memastikan penyebab kematian, kepolisian melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam.
  4. Universitas Udayana (Unud), Bali: Kasus perundungan juga terjadi di tingkat perguruan tinggi. Mahasiswa berinisial TAS (22) diduga bunuh diri dengan melompat dari lantai empat gedung setelah mengalami perundungan oleh sejumlah mahasiswa lain.
  5. Konawe, Sulawesi Tenggara: Siswi MTS Negeri 1 Konawe mengalami cedera tulang ekor setelah terjatuh dari kursi yang diduga ditarik oleh temannya. Meskipun pihak sekolah menepis dugaan bullying dan mengklaim murni kecelakaan, orangtua korban telah melaporkan insiden ini ke polisi.

Kekerasan terekam kamera dan viral di media sosial

  1. Muratara, Sumatera Selatan: Sebuah video viral menunjukkan siswi SMP di Musi Rawas Utara (Muratara) di-bully dan dianiaya oleh rekan sekolahnya. Pelaku terlihat menjambak, memukul kepala, bahkan menendang korban hingga tersungkur, sementara siswi lain hanya menonton dan merekam.
  2. Palopo, Sulawesi Selatan: Seorang siswa SMPN 13 Kambo di Palopo dikeroyok lima siswa lainnya hingga babak belur. Aksi pengeroyokan ini terekam kamera dan videonya viral di media sosial. Keluarga korban telah melaporkan kasus ini ke Polres Palopo.

Perundungan dengan motif beragam

  1. Sulawesi Barat: Seorang siswi SMK Balanipa di Polewali Mandar (Polman) dikeluarkan dari sekolah setelah menganiaya teman sekelasnya. Ironisnya, pelaku adalah anak dari Kepala SMK Balanipa. Motif kekerasan ini sepele, yaitu pelaku kesal karena korban yang bertugas piket kebersihan tidak membuang sampah.
  2. Purwakarta, Jawa Barat: Kasus dugaan bullying di salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTS) di Purwakarta terungkap setelah foto-foto korban dengan luka memar tersebar di media sosial pada 5 Oktober. Peristiwa yang terjadi di area asrama ini dipicu oleh perselisihan antara kelompok senior dan junior. Sebanyak delapan siswa diduga menjadi pelaku dan tujuh siswa menjadi korban.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*