The Path To Financial Freedom, EduFulus – Hari kedua pelaksanaan Capital Market Summit and Expo (CMSE) 2025 yang digelar Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka dengan sesi talk show inspiratif bertema “Pasar Modal untuk Rakyat, Satu Pasar Berjuta Manfaat.”
Acara yang dipandu oleh jurnalis senior Andy F. Noya ini menghadirkan tiga investor saham dengan latar belakang yang sangat beragam, menegaskan semangat inklusivitas pasar modal.
SIMAK JUGA: OJK Respons Tuntutan Bursa Bebas Mafia Saham Gorengan
Ketiga narasumber tersebut adalah Tutus Setiawan (Guru SMP tuna netra asal Surabaya), Hairil Huda (Driver ojek online asal Aceh), dan Hugo Rein Hard (ASN dari Papua).
Ditolak Sekuritas, Guru Tuna Netra Buktikan Kemandirian
Pusat perhatian tertuju pada kisah Tutus Setiawan, seorang guru penyandang tuna netra yang sukses menjadi investor.
Tutus menceritakan perjuangannya saat pertama kali mencoba berinvestasi dengan modal awal Rp 5 juta, hasil menyisihkan keuntungan dari menjual alat bantu disabilitas.
Tutus mengaku sempat ditolak oleh dua perusahaan sekuritas karena keraguan terhadap kemampuannya mengoperasikan aplikasi trading.
“Alasannya sama, mereka takut kalau uang saya itu hilang. Ini bisa atau tidak jadi investor, bisa nggak mengoperasikan aplikasi,” ujar Tutus.
Dengan tegas, Tutus membuktikan kemampuannya dengan menunjukkan handphone yang dilengkapi aplikasi pembaca layar (screen reader).
Ia menekankan bahwa risiko adalah urusannya sendiri: “Ini uang saya, (kalau) hilang, (yang) hilang juga uang saya.”
BEI Dorong Inklusivitas Bagi Penyandang Disabilitas
Menanggapi pengalaman Tutus, Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan komitmen BEI terhadap inklusivitas.
“Kami dari Bursa Efek Indonesia juga mendorong seluruh anggota bursa, untuk mendukung inklusivitas ini. Artinya teman-teman disabilitas, harusnya juga bisa mendapatkan pelayanan yang sama dengan masyarakat secara umum,” tegas Jeffrey Hendrik yang menambahkan bahwa sudah banyak fasilitas disediakan bagi penyandang disabilitas untuk menjadi investor.
Tutus Setiawan pun membenarkan, menyatakan bahwa pihak sekuritas saat ini sudah jauh lebih aware dan gencar melakukan sosialisasi.
Kunci Sukses Investasi di Era Digital: Literasi dan Sumber Terpercaya
Sesi talk show juga membahas peran pesatnya teknologi digital dalam mendorong minat generasi muda (Gen Z) terhadap pasar modal.
Hairil Huda menekankan pentingnya literasi. Mengutip investor Lo Kheng Hong, ia menyatakan, “Orang yang banyak membaca akan meninggikan literasi. Orang yang tinggi literasi akan dekat dengan kecerdasan dan orang yang cerdas akan dekat dengan kekayaan.”
Tutus Setiawan menambahkan bahwa kemudahan informasi digital telah membuat investasi “sangat mudah sekali” bagi Gen Z, asalkan ada kemauan untuk memulai.
Hugo Rein Hard memberikan peringatan keras soal hoax. Ia meminta Gen Z untuk berhati-hati dan menyarankan agar memanfaatkan sumber terpercaya, seperti aplikasi IDX Mobile resmi dari BEI, yang menyediakan artikel dan video edukasi untuk belajar saham.
CMSE 2025 yang mengusung tema “Pasar Modal untuk Rakyat: Satu Pasar Berjuta Peluang” ini berhasil menampilkan wajah pasar modal Indonesia yang semakin inklusif dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari guru tuna netra hingga driver ojol, asalkan dibekali dengan kemauan, literasi, dan kehati-hatian dalam menyaring informasi.
SIMAK jUGA: Menkeu Purbaya Ingin Setahun Ini Banyak Penggoreng Saham Dihukum
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika Anda ingin bekerjasama dengan kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply