Wali Murid SDIT Al Izzah Serang Tolak Program MBG, Ini Alasannya

Guru sedang membagikan menu MBG di sekolah. (Ist.)
Guru sedang membagikan menu MBG di sekolah. (Ist.)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com –Sejumlah wali murid di SDIT Al Izzah Kota Serang, Banten, menyatakan keberatan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mereka juga keberatan dengan keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan sekolah mereka.

Perwakilan wali murid, Baim Aji, menegaskan bahwa mereka menolak pembagian MBG kepada siswa SDIT Al Izzah.

BACA JUGA:

Alasan Wali Murid SDIT Al Izzah Kota Serang Tolak MBG

Menurutnya, masih banyak anak di sekolah lain di Kota Serang yang lebih membutuhkan bantuan tersebut, sementara siswa SDIT Al Izzah orang tuanya sudah mampu membiayai kebutuhan pendidikan.

“Kami sudah membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan biaya masuk yang cukup besar, sampai belasan juta. Kalau sudah mampu membiayai itu, kenapa harus ada MBG masuk ke dalam sekolah,” ujar Baim usai melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, dikutip dari Antara.

Selain itu, wali murid juga menolak keberadaan dapur dan distribusi MBG di area yayasan, karena dianggap berisiko.

Aktivitas kendaraan yang keluar masuk dapat menimbulkan potensi kecelakaan, menyempitkan fasilitas, serta menimbulkan masalah sampah dan keamanan.

“Risikonya, anak-anak harus keluar area sekolah karena kantin dan fasilitas jadi makin sempit. Lalu lalang kendaraan juga menambah resiko kecelakaan. Kalau terjadi sesuatu, siapa yang bertanggung jawab. Selain itu, ada juga potensi masalah sampah dan keamanan,” jelas Baim.

Hasil audiensi akan dibahas kembali secara internal, namun posisi wali murid tetap menolak adanya MBG di sekolah.

“Hasilnya akan dimusyawarahkan kembali, dan kami tetap akan menolak adanya MBG di sekolah,” tegasnya.

Menanggapi keberatan ini, Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menjelaskan bahwa audiensi telah difasilitasi dengan menghadirkan Kapolres, Dandim, dan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kami menerima aduan dari para wali murid SDIT Al Izzah. Kami hadirkan semua pihak agar mendengarkan langsung dan tidak ada salah paham,” jelas Budi.

Budi juga menyatakan dukungan terhadap program MBG yang digagas Presiden, karena sasarannya adalah masyarakat yang membutuhkan.

Namun, ia memahami aspirasi wali murid SDIT Al Izzah yang mayoritas berasal dari keluarga mampu dan sudah memiliki sistem katering sendiri sejak awal sekolah.

“Kalau SDIT ini kan kelihatannya dari kalangan keluarga mampu, maka dari itu mereka ingin anak-anak makan sesuai dengan katering yang diterima di awal sekolah, jauh sebelum ada MBG,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*