Rahasia Juara Ahza, Berpikir Kritis, Resilience dan Networking Internasional

Ahza, Jakarta International Model United Nations (JMUN)
Ahza di Jakarta International Model United Nations (JMUN) (KalderaNews/Dok. Pribadi)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Meraih dua penghargaan sekaligus, Best Delegate dan Most Outstanding Delegate, di ajang bergengsi Jakarta International Model United Nations (JMUN) 2025 bukanlah pencapaian biasa.

Prestasi gemilang ini dicapai oleh Ahza, murid kelas 10 SMA Cikal Lebak Bulus, yang berhasil memukau juri dalam simulasi sidang PBB Council CRISIS yang berfokus pada pra-kemerdekaan Indonesia.

Bagi Ahza, kemenangan ini lebih dari sekadar piala. Ini adalah hasil dari serangkaian pembelajaran dan pengembangan diri yang dapat dijadikan panduan bagi pelajar lain yang ingin sukses di dunia debat dan diplomasi.

Berikut adalah beberapa tips utama dari Ahza dalam meraih keberhasilan di kancah internasional:

1). Kembangkan Mindset Objektif dan Tangguh secara Emosional

Kompetisi seperti JMUN sarat dengan perbedaan pendapat dan perdebatan sengit. Ahza berbagi bahwa kunci utamanya adalah mengendalikan diri dan fokus pada logika.

Belajar Bersabar dan Berpikir Kritis

“Saya belajar lebih banyak tentang kesabaran dan juga berpikir kritis, tanpa terbawa emosi dan tetap objektif,” kata Ahza. Kemampuan untuk tetap tenang di tengah tekanan adalah aset penting.

Abaikan Usia

Meskipun menjadi salah satu peserta termuda di ruang sidang (council room), Ahza tidak membiarkan hal itu menjadi penghalang. Ia menegaskan, “age is just a number,” dan terus mencoba memaksimalkan setiap kesempatan.

2). Manfaatkan Dukungan Komunitas untuk Resilience dan Feedback

Ahza mengungkapkan bahwa rahasia suksesnya bukan berasal dari pelatihan formal, melainkan dari lingkungan yang suportif:

Bangun Lingkungan Kolaboratif

Ahza mengakui bahwa lingkungan kolaboratif dan budaya resilience (ketahanan) yang ditanamkan Sekolah Cikal menjadi kunci kemenangannya.

Terima Feedback Konstruktif

Keterampilan untuk bangkit dari kekalahan dan menerima feedback konstruktif—seperti yang ia dapatkan dari teman-temannya sehari-hari—adalah skill paling berharga yang ia peroleh. Ia menyebut komunitas pendukung ini sebagai “kunci kesuksesan saya.”

3). Asah Kemampuan Public Speaking dan Perluas Jaringan (Networking)

    Kepercayaan diri adalah produk sampingan dari proses pengembangan diri yang Ahza alami di JMUN:

    Tingkatkan Percaya Diri dan Wawasan

    Kompetisi ini membantunya berkembang secara emosional, meningkatkan rasa percaya diri, terutama pada kemampuan public speaking. “Saya juga merasa lebih percaya diri, terutama terhadap public speaking skills saya yang sangat penting untuk pengembangan diri saya,” ujarnya.

    Manfaatkan Kesempatan untuk Networking

    Ahza mendapatkan kesempatan untuk bertemu teman-teman baru dengan usia dan latar belakang yang berbeda-beda, memberinya wawasan yang lebih luas.

    Tetapkan Tujuan Ambisius

    Motivasi Ahza tidak berhenti pada piala. Ia ingin menggunakan prestasinya untuk mendapatkan chairing gigs agar dapat memimpin sidang bersama para idolanya di dunia MUN, menunjukkan pentingnya menetapkan tujuan yang ambisius dan terarah.

    Inti dari ini semu adalah mindset yang tepat, kemampuan berpikir kritis yang mendalam, dan dukungan komunitas yang kuat.

    Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

    *Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

    Be the first to comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.


    *