
JAKARTA, KalderaNews.com – Di usianya yang baru menginjak 15 tahun, Keyza, seorang murid kelas 10 dari SMA Cikal Amri Setu telah membuktikan dirinya sebagai sosok atlet muda dengan komitmen luar biasa.
Tidak main-main, Keyza telah mengumpulkan puluhan prestasi di kancah olahraga berkuda, mulai dari tingkat daerah, nasional, hingga internasional.
Prestasi terbarunya yang mencuri perhatian adalah dalam kompetisi bergengsi Aragon Merdeka Master yang memperebutkan Piala Presiden.
BACA JUGA:
- Profil Zohran Mamdani, Jadi Wali Kota Termuda dan Muslim Pertama di New York
- Anela, Siswi BINUS SCHOOL Simprug Raih Gelar Puteri Pelajar DKI 2026, Siap Wakili Jakarta di Tingkat Nasional
- Inilah Sosok dan Profil Pendidikan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Purboyo, Saat Diangkat Jadi Putra Mahkota Masih Kuliah di Undip
Dalam ajang yang diikuti oleh lebih dari seribu peserta se-Indonesia tersebut, Keyza berhasil menyabet Juara 2 di tiga kategori perlombaan, yaitu Dressage Preliminary Open, 70cm Open, dan 75cm Open.
Berawal dari Kecintaan pada Kuda
Keyza memulai karir berkudanya di usia yang sangat muda, yakni 10 tahun, didorong oleh kecintaan yang mendalam pada hewan, khususnya kuda, sejak ia berusia empat tahun.
Bagi Keyza, berkuda bukan sekadar olahraga, melainkan cara untuk membangun komunikasi dan persahabatan dengan pasangannya.
“Olahraga berkuda juga membuat saya dapat berkomunikasi dengan hewan seperti sahabat,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa interaksi dengan kuda membantunya dalam pengembangan emosional. Berkuda telah menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri dan belajar untuk meletakkan rasa percaya penuh pada partnernya, yaitu sang kuda.
Untuk meraih puluhan prestasi tersebut, Keyza berpegang pada prinsip konsistensi dan kerja keras. Ia menekankan bahwa kunci penampilan terbaik di arena adalah konsistensi latihan dan kerjasama yang solid dengan kuda.
“Kerjasama dengan kuda sangat berpengaruh, kalau hubungan kami tak seirama, hasilnya pasti berbeda,” jelasnya.
Menariknya, Keyza memiliki ritual unik untuk menjaga ketenangan dan fokusnya sebelum bertanding. Selain memberi hadiah wortel dan berbicara dengan kudanya, Keyza mengaku hampir selalu membaca shalawat nabi saat persiapan dan bertanding, sebagai upaya untuk meningkatkan ketenangan dan konsentrasinya.
Komitmen Berimbang dan Dukungan Sekolah
Di tengah jadwal latihan yang intensif, Keyza menunjukkan ketangguhan dalam menyeimbangkan perannya sebagai atlet dan pelajar. Ia sangat bersyukur atas dukungan yang diberikan oleh Sekolah Cikal Amri Setu.
Sekolah Cikal tidak hanya memberikan keleluasaan waktu saat ia harus bertanding, tetapi juga memberikan pendampingan yang memastikan Keyza tetap mendapatkan materi pelajaran. Dukungan ini mencerminkan semangat “Pelajar Merdeka” yang didorong Cikal.
Melalui komitmen ini, Keyza berharap dapat terus mengasah dirinya dan suatu hari nanti menjadi atlet nasional yang mewakili Indonesia di kompetisi internasional, khususnya di disiplin Dressage.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply