JAKARTA, KalderaNews.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengatakan pemerintah berkomitmen penuh merevitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Revitalisasi ini bertujuan untuk memastikan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia siap menghadapi dinamika pasar kerja global yang terus berubah.
Pratikno menekankan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana dunia pendidikan dapat bergerak secepat dinamika yang terjadi di pasar kerja.
BACA JUGA:
- Jangan Jadikan Guru dan Siswa Kelinci Percobaan Kurikulum Merdeka
- Kemenag Luncurkan Kurikulum Berbasis Cinta, Tekankan Nilai Humanis dan Spiritualitas dalam Pendidikan Islam
- Permendikdasmen No.13/2025: Koding dan AI Resmi Masuk Kurikulum
“Kita sudah sepakat untuk meningkatkan kurikulum juga harus dibenahi sesuai-sesuai dengan pasar kerja. Sekali lagi revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi ini adalah satu dari banyak program Bapak Presiden untuk peningkatan kualitas SDM,” ujar Pratikno usai memimpin Rapat Terbatas Menteri (RTM) Percepatan Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi di Gedung Kemenko PMK, Jumat (14/11/2025).
Platform Marketplace Data Vokasi
Dalam rapat tersebut, pemerintah dan para pemangku kepentingan telah menyepakati sebuah langkah strategis, yaitu pembangunan smart integrated dashboard atau marketplace sebagai platform terintegrasi.
Platform ini dirancang sebagai pusat koordinasi yang memungkinkan pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan untuk berkomunikasi dan bertukar data secara real time.
“Jadi, kita bersepakat tadi untuk membangun smart integrated dashboard atau marketplace untuk berkoordinasi secara real time. Kemudian untuk sharing data, masing-masing menugaskan PIC,” jelas Menko PMK.
Fokus Jangka Pendek: Bahasa Asing dan Sertifikasi
Sebagai upaya jangka pendek yang mendesak, pemerintah akan segera mengidentifikasi dan memprioritaskan program-program krusial. Dua fokus utama yang menjadi perhatian adalah peningkatan kemampuan bahasa asing dan sertifikasi keahlian.
Menurut Pratikno, peningkatan bahasa asing menjadi perhatian utama, terutama untuk kebutuhan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, di samping kebutuhan mendesak untuk sertifikasi keahlian lainnya.
Perbaikan Kurikulum Vokasi
Selain itu, Pratikno juga menegaskan bahwa perbaikan kurikulum pendidikan vokasi menjadi agenda utama yang telah disepakati bersama. Kurikulum harus dibenahi secara total agar benar-benar selaras dengan kebutuhan industri dan tuntutan pasar kerja saat ini.
“Kita sudah sepakat untuk meningkatkan bagaimana kurikulum juga harus dibenahi sesuai-sesuai dengan pasar kerja, sekali lagi revitalisasi pendidikan, dan pelatihan vokasi ini adalah satu dari banyak program Bapak Presiden untuk peningkatan kualitas SDM masyarakat,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply