Polemik SMPN 1 Bumiayu Memanas, Ruang Kepala Sekolah Disegel, 5 Guru Terancam Dimutasi karena Menggerakkan Aksi Demo

Siswa SMP Negeri 1 Bumiayu demo (KalderaNews/Instagram @insta_bumiayu)
Sharing for Empowerment

BUMIAYU, KalderaNews.com – Polemik yang terjadi di SMPN 1 Bumiayu, Brebes terus berlanjut. Setelah aksi demonstrasi pada beberapa waktu lalu yang sempat meghebohkan media sosial, muncul langkah lanjutan.

Terbaru,  ada penyegelan ruang kepala sekolah, sementara pihak komite sekolah mengeluarkan surat rekomendasi agar sejumlah guru yang dianggap menggerakkan aksi protes dipindahkan.

Sejak demo tersebut digelar, gelombang penolakan terhadap pengangkatan Ina Purnamasari sebagai Plt Kepala Sekolah memasuki babak baru.

BACA JUGA:

Meski aksi demonstrasi telah berhenti, penolakan tetap berlanjut melalui penyegelan ruang kepala sekolah yang memicu perhatian publik.

Komite sekolah tegas memberi tindakan pada guru yang menggerakkan siswa untuk demo

Tindakan tersebut ditanggapi keras oleh Komite SMPN 1 Bumiayu. Mereka menduga bahwa aksi siswa tidak murni, melainkan dipengaruhi sejumlah guru. Atas dasar itu, komite mengeluarkan surat pernyataan sikap untuk merespons kondisi yang dinilai semakin memanas.

Surat bernomor 001/KomiteSekolah/XI/2025 tertanggal 11 November 2025 tersebut dikirimkan kepada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Brebes, berisi rekomendasi agar beberapa guru yang diduga berperan dalam aksi demo segera dimutasi.

Nama-nama guru yang diusulkan untuk dipindahkan dari SMPN 1 Bumiayu yaitu:

  • Adi Waluyo (Wakil Kepala Kesiswaan)
  • Dian Yuda Prawira (Wakil Kepala Kurikulum)
  • Reno Trisna Dewi (Guru BK)
  • Saeful Bahri (Guru IPS)
  • Satu guru lainnya.

Ketua Komite SMPN 1 Bumiayu, Imam Santoso, membenarkan bahwa dirinya telah menandatangani surat berisi pernyataan sikap dan rekomendasi mutasi tersebut. Ia menyebut surat ini merupakan bentuk keprihatinan komite atas kondisi sekolah yang dinilai tidak kondusif.

Menurut Imam, kisruh tersebut telah mengganggu kenyamanan siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Ia juga menyebut adanya indikasi keterlibatan guru tertentu dalam aksi protes sehingga pihak komite mengusulkan mutasi sebagai solusi.

“Jelas aksi kemarin ada yang menggerakkan dari beberapa guru, saya sudah investigasi dan punya bukti. Maka itu, demi kenyamanan siswa, komite berinisiatif mengusulkan lima guru yang terindikasi penggerak demo,” ujar Imam, Jumat (14/11/2025).

Polemik siswa SMP demo mencoreng nama baik sekolah

Ia menambahkan, polemik tersebut telah mencoreng nama baik sekolah, yang awalnya dipicu oleh penunjukan Ina Purnamasari sebagai Plt Kepala SMPN 1 Bumiayu.

Pada aksi beberapa waktu lalu, para siswa melakukan demonstrasi di halaman sekolah yang kemudian berlanjut dengan penyegelan ruang kepala sekolah. Imam menyebut penyegelan baru dibuka pada Kamis kemarin.

“Guru tugasnya mendidik, bukan mengajari demo. Besoknya ruang kasek disegel sampai Kamis kemarin. Aksi aksi ini justru merusak nama sekolah. Kalau ada guru yang menolak kembalinya Bu Ina, silakan ajukan keberatan ke dinas. Jangan menggerakan siswa demo,” tegas Imam.

Secara terpisah, Ina Purnamasari mengakui hingga kini belum menempati ruang kerjanya. Ia berharap dinas segera turun tangan menyelesaikan situasi yang terjadi.

“Belum masuk ruangan (kasek), nunggu perintah. Kamis baru dibuka segelnya,” kata Ina singkat.

Sementara itu, salah satu guru yang namanya masuk dalam daftar usulan mutasi, Adi Waluyo, membantah keras tuduhan bahwa dirinya menjadi provokator.

“Itu tuduhan yang belum ada kejelasan benar apa tidaknya. Saya masuk dalam guru yang diusulkan pindah, saya tidak merasa sebagai provokator. Aksi itu terjadi secara alamiah,” ungkapnya.

Adi juga menegaskan bahwa tidak ada guru yang terlibat dalam aksi demo siswa. Ia menilai komite terburu-buru membuat tuduhan tanpa melakukan klarifikasi.

“Harusnya komite klarifikasi soal tuduhan itu. Yang jelas tidak ada guru yang terlibat,” tambah Adi.

Terkait situasi ini, Kabid PPTK Disdikpora Brebes, Siwi Sitoresmi, menyatakan bahwa pihaknya telah mengetahui surat pernyataan sikap serta rekomendasi mutasi dari komite.

“Sudah tahu soal surat itu, nanti kami akan koordinasi dulu,” ujarnya singkat.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*