JAKARTA, KalderaNews.com – Hakim Konstitusi Arsul Sani tengah jadi sorotan tajam publik. Ijazah S3 dituding palsu. Ternyata ini jejak pendidikan Arsul Sani!
Hakim anggota Mahkamah Konstitusi (MK) yang dikenal dengan rekam jejaknya di bidang hukum ini didera isu serius terkait keabsahan gelar doktor (S3) yang dimilikinya.
Tuduhan ini dilayangkan oleh Aliansi Masyarakat Pemerhati Konstitusi, yang menuding ijazah S3 Arsul Sani adalah palsu.
BACA JUGA:
- Ramai Ijazah Asli atau Palsu! Begini Cara Cek Keaslian Ijazah S1 Secara Online
- Heboh! Mantan Rektor UGM Cabut Pernyataan Kontroversial Soal Ijazah Jokowi, Wah Ada Apa Nih Kok Jadi Begitu
- Ternyata, Perempuan Itu Paling Banyak Pegang Ijazah Lulusan Perguruan Tinggi Lho!
Koordinator Aliansi, Betran Sulani, bahkan menyatakan pihaknya sudah berdiskusi untuk melaporkan dugaan tersebut ke Bareskrim Polri.
Meski demikian, pihak Bareskrim belum menerbitkan Nomor Laporan Polisi (LP) terkait isu sensitif ini.
Bantahan keras sang hakim
Menanggapi tuduhan yang menghebohkan ini, Arsul Sani langsung bergerak cepat melakukan klarifikasi. Ia membantah keras dugaan ijazah palsu tersebut.
Sebagai bukti, Arsul Sani menunjukkan ijazah asli, foto wisuda S3-nya, bahkan turut menceritakan proses disertasinya secara detail untuk meyakinkan publik bahwa gelar yang ia raih adalah sah.
Bedah riwayat pendidikan Arsul Sani
Lantas, seperti apa sebenarnya latar belakang pendidikan formal dan non-formal dari Hakim Konstitusi Arsul Sani, yang kini riwayatnya dibedah publik?
Dikutip dari laman resmi MK, rekam jejak pendidikannya menunjukkan perjalanan yang panjang dan berliku, baik di dalam maupun luar negeri:
- SD Muhammadiyah Pekajangan dan Madrasah Diniyah Islamiyah NU Panggung, Kedungwuni, Pekalongan.
- Ia merantau ke Jakarta dan menamatkan studi Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum, Universitas Indonesia (FHUI) pada awal tahun 1987, setelah memulai kuliah pada 1982.
- Arsul Sani meraih gelar Magister (S2) dalam bidang corporate communication dari London School of Public Relations (LSPR), Jakarta, pada tahun 2007.
- Ia juga tercatat pernah menempuh pendidikan graduate diploma on Advance Comparative Law – the Common Law di University of Technology Sydney (UTS), Australia (1993-1994).
- Arsul Sani juga sempat belajar Industrial Property Management di Japan Institute of Invention (JII), Tokyo (1997) dan menyelesaikan modul sertifikat pascasarjana dari University of Cambridge, UK untuk subjek Managing the Information and the Market (2006).
- Jalur pendidikan doktoral yang kini dituding palsu adalah program S3 di bidang justice, policy and welfare studies. Arsul Sani memulai studinya di Glasgow School for Business and Society, Glasgow Caledonian University (GCU), Skotlandia. Kemudian, ia melanjutkan program tersebut hingga lulus di Collegium Humanum, Warsawa, Polandia.
Selain pendidikan formal, ia juga aktif di bidang arbitrase dengan lulus dari fellowship arbitration courses di Inggris (2009) serta pernah menjadi anggota dari berbagai asosiasi internasional bergengsi seperti Chartered Institute of Arbitrators (CIArb) London – UK, Singapore Institute of Arbitrators (SIArb), dan International Bar Association (IBA).
Sebelum menjabat sebagai Hakim MK, Arsul Sani juga memiliki karir politik yang cemerlang, di mana ia terpilih menjadi anggota DPR RI dari Fraksi PPP pada Pemilu 2014 dan 2019, sekaligus menjabat sebagai Wakil Ketua MPR periode 2019-2024.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply