Minyak Jelantah Jadi Lilin Cantik: Aksi Kecil Anak Bermanfaat Besar untuk Bumi

KB-TK Tarakanita 3 menyelenggarakan kegiatan Proyek Kokurikuler dengan topik” Merawat Bumi” pada Jumat, 21 November 2025
KB-TK Tarakanita 3 menyelenggarakan kegiatan Proyek Kokurikuler dengan topik” Merawat Bumi” pada Jumat, 21 November 2025 (KalderaNews/Dok. Tarakanita)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – KB–TK Tarakanita 3 pada hari Jumat, 21 November 2025 menyelenggarakan kegiatan Proyek Kokurikuler dengan topik” Merawat Bumi”.

Kegiatan pembelajaran tidak hanya mengajak anak untuk bermain dan berkreativitas, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah proyek sederhana namun bermakna: mengubah minyak jelantah menjadi lilin cantik.

BACA JUGA:

Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak memahami bahwa merawat bumi bisa dilakukan dengan cara yang mudah, dekat dengan kehidupan mereka, dan tentunya menyenangkan.

Kegiatan dimulai dengan mengenalkan anak pada apa itu minyak jelantah dan mengapa kita tidak boleh membuangnya sembarangan.

Guru menjelaskan dengan bahasa sederhana bahwa minyak bekas dapat mencemari tanah dan air, sehingga perlu didaur ulang agar tidak merusak lingkungan.

Anak-anak pun mendengarkan dengan penuh rasa ingin tahu, sambil melihat contoh minyak jelantah yang dibawa dari rumah.

KB-TK Tarakanita 3 menyelenggarakan kegiatan Proyek Kokurikuler dengan topik” Merawat Bumi” pada Jumat, 21 November 2025
KB-TK Tarakanita 3 menyelenggarakan kegiatan Proyek Kokurikuler dengan topik” Merawat Bumi” pada Jumat, 21 November 2025 (KalderaNews/Dok. Tarakanita)

Setelah memahami pentingnya menjaga bumi, anak-anak diajak melakukan proses pembuatan lilin secara aman dan terpantau. Guru menyiapkan bahan serta alat, sementara anak ikut membantu langkah-langkah sederhana seperti menuang minyak yang sudah disaring, memilih warna dan aroma, serta menata sumbu lilin.

Wajah-wajah antusias tampak ketika mereka melihat minyak yang biasanya dianggap kotor, perlahan berubah menjadi lilin berwarna cerah dan indah.

Selama kegiatan berlangsung, guru menekankan nilai-nilai penting seperti kepedulian lingkungan, rasa ingin tahu, kerja sama, dan kemandirian. Anak belajar bahwa barang bekas tidak selalu harus dibuang—bisa diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Mereka juga berlatih mengikuti instruksi, sabar menunggu hasil, dan bangga dengan karya yang dapat mereka bawa pulang.

Di tengah proses, beberapa anak memberikan komentar spontan yang membuat suasana semakin hangat. “Aku kira minyak kotor nggak bisa dipakai lagi, ternyata bisa jadi lilin wangi!” ujar Jovanka dengan mata berbinar.

Sementara itu, Jojo tersenyum bangga sambil berkata, “Aku pilih warna merah, soalnya merahnya keren.” Ada pula Deboura yang dengan polos berkomentar, “Kalau kita daur ulang, bumi jadi senang, ya Bu Guru?”

Testimoni-testimoni kecil ini menunjukkan bahwa anak tidak hanya menikmati kegiatan, tetapi benar-benar menangkap pesan lingkungan yang ingin disampaikan.

Ketika lilin akhirnya mengeras dan siap digunakan, anak-anak menunjukkan hasil karya mereka dengan penuh kebahagiaan. Lilin-lilin cantik itu bukan sekadar hasil kreativitas, tetapi juga bukti nyata bahwa tindakan kecil dari tangan-tangan kecil dapat membawa dampak yang besar bagi bumi.

Melalui pengalaman ini, KB–TK Tarakanita 3 berharap anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang mencintai lingkungan, menghargai ciptaan Tuhan, dan terbiasa berbuat baik untuk sesama serta alam sekitarnya.

Aksi kecil hari ini adalah langkah awal menuju masa depan yang lebih bersih, cerah, dan penuh harapan. (Penulis : Agatha Lusiana )

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*