JAKARTA, KalderaNews.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyerahkan penghargaan tertinggi kepada tiga sosok guru yang telah menunjukkan dedikasi, inovasi, dan komitmen luar biasa dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia.
Penghargaan ini diberikan dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional yang megah, bertempat di Indonesia Arena, kawasan GBK, Jakarta.
Ketiga tokoh ini dinilai konsisten menunjukkan kontribusi transformatif yang mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, mengabdikan hidup mereka demi kemajuan pendidikan bangsa.
BACA JUGA:
- Peringatan Hari Guru di Santo Yosef Lahat, Giliran Guru Jadi Petugas Upacara
- Kemendikdasmen Buka Beasiswa Kredensial Mikro Guru SMK untuk Peringati Hari Guru Nasional 2025
- Beri Kejutan Spesial di Hari Guru, Siswa SMP di Madiun Bekerjasama dengan Satpol PP, Pura-pura Terkena Operasi Pelajar
Berikut adalah profil singkat tiga guru berprestasi yang menerima anugerah langsung dari Presiden Prabowo:
1). Umi Salamah: Pahlawan Pendidikan bagi Kaum Terpinggirkan
Jabatan: Kepala PKPM (Pusat Kegiatan Pembelajaran Masyarakat) Banyumas.
Apresiasi: Umi Salamah mendapatkan penghargaan atas tindakan mulianya membuka rumah pribadinya menjadi tempat belajar dan berkegiatan bagi mereka yang terpinggirkan dari akses pendidikan formal.
Dedikasi: Kehadiran PKPM yang dipimpinnya menjadi oase bagi anak-anak dan masyarakat yang sulit mengakses sekolah reguler, memastikan setiap individu, tanpa memandang latar belakang, memiliki hak untuk mendapatkan ilmu. Inisiatif ini menunjukkan komitmen tulus untuk “Pendidikan Bermutu untuk Semua.”
2). Koko Triantoro: Pejuang Pendidikan di Wilayah 3T
Jabatan: Kepala SDN Embacang Lama, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.
Apresiasi: Koko Triantoro dihargai atas dedikasinya selama lebih dari 10 tahun untuk pendidikan di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
Perjuangan dan Inovasi: Alumni Prodi Pendidikan IPA UNY ini dikenal menghadapi tantangan berat, termasuk harus berjalan kaki 90 menit melewati hutan menuju sekolah (padahal bisa 15 menit menggunakan perahu).
Di SD Embacang Lama yang memiliki keterbatasan siswa dan guru, ia menginisiasi program nol buta aksara/membaca menggunakan metode calistunggrade.
Metode ini mengklasifikasikan siswa dari kelas 1-6 ke dalam grade kemampuan membaca (A-D) untuk pendampingan yang lebih intensif, mengatasi kendala masifnya penggunaan bahasa daerah di kelas.
Koko Triantoro juga dikenal aktif sebagai Koordinator Relawan Negeri Nasional yang peduli pada pendidikan di daerah terpencil.
3). Syifa Urrachman: Guru Muda Disabilitas dengan Komitmen Tinggi
Jabatan: Guru di SLBN Banda Aceh (Guru Bimbingan dan Konseling).
Apresiasi: Syifa Urrachman adalah seorang guru muda penyandang disabilitas netra yang berdedikasi tinggi, khususnya dalam mengembangkan dan memanfaatkan teknologi pendidikan.
Kontribusi Inovatif: Syifa dikenal karena mengembangkan kompira (komputer bicara) yang sangat membantu pengguna tuna netra dalam belajar.
Tidak hanya itu, ia juga menyusun modul kompira dalam huruf Braille untuk peserta didik netra, serta versi cetak biasa untuk orang tua dan pendamping.
Meski menyandang disabilitas sejak lahir, lulusan cumlaude Universitas Syiah Kuala ini berhasil menempuh pendidikan reguler sejak SMP hingga kuliah, serta meraih segudang prestasi dari cerdas cermat hingga MTQ Nasional.
Ia juga aktif dalam organisasi disabilitas dan memberikan pelatihan TIK kepada disabilitas di seluruh Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto, didampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, secara simbolis menyerahkan penghargaan sambil menyalami dan menyapa ketiga tokoh inspiratif ini satu per satu.
Kisah Umi Salamah, Koko Triantoro, dan Syifa Urrachman menjadi bukti nyata bahwa komitmen, inovasi, dan dedikasi seorang guru adalah kunci utama dalam mewujudkan pendidikan yang merata dan bermutu bagi seluruh anak bangsa.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply