
BANTUL, KalderaNews.com- Longsornya jalan di Kedungmiri Wunut, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Bantul, membuat puluhan siswa SD Negeri Kedungmiri terdampak.
Sejak Senin (24/11), mereka terpaksa melintasi jalur setapak untuk bisa sampai ke sekolah. Para orang tua hanya dapat mengantar anak-anak hingga lokasi jalan yang longsor.
Dari titik tersebut, para siswa melanjutkan perjalanan melewati jalur kecil yang tidak bisa dilalui sepeda motor. Setelah itu, guru-guru menjemput mereka menuju sekolah menggunakan motor.
Skema yang sama juga diberlakukan saat jam pulang: guru mengantar ke titik longsor, siswa berjalan menyusuri jalan setapak, lalu orang tua menjemput.
BACA JUGA:
- Bangunan Sekolah Dinilai Tidak Layak dan Memprihatinkan, Video Siswa MI Bojonegoro Viral dan Banjir Kritik
- Potret Pilu Pendidikan, Guru dan Siswa di Halmahera Seberangi Sungai Deras Tiap Hari agar Bisa ke Sekolah
- Viral di Media Sosial! Dua Siswi di Mahakam Ulu Terjatuh di Jalan Berlumpur Saat ke Sekolah, Warganet Geram
Ada 23 Siswa yang Diantar Jemput
Kepala SD Negeri Kedungmiri, Sudarsih, menjelaskan, “Jadi, sebelum tanah (jalan) yang ambles itu, orang tua (mengantar) sampai situ.
Kemudian kami, Bapak Ibu guru, mengantar sampai di sebelah baratnya, dan kami juga berkoordinasi dengan Pak Babin dan lurah desa juga. Jadi bekerja sama. Terus kami secara bersama-sama,” katanya, Kamis (27/11).
Ia menyebutkan total ada 23 siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 yang terdampak kondisi tersebut. Meski pihak sekolah menyediakan opsi pembelajaran daring, para siswa tetap lebih bersemangat mengikuti pembelajaran tatap muka.
Selain itu, tidak semua anak memiliki ponsel karena perangkat tersebut biasanya dibawa orang tua saat bekerja.
“Dari pihak sekolah memfasilitasi untuk mengantar jemput sampai di sebelah baratnya (jalan longsor). Nanti orang tua menjemput di sebelah timurnya yang longsor,” ujarnya.
Jarak rumah siswa pun beragam. Salah satu yang terjauh adalah Reza, dengan jarak hingga 10 kilometer. Ia berjalan melewati persawahan sebelum melanjutkan perjalanan dengan sepeda.
Sepedanya dititipkan di rumah warga bernama Pak Yanto, dekat lokasi longsor, sebelum naik motor bersama guru menuju sekolah.
Terdapat jalur alternatif lain yang dapat dilalui, namun rutenya memutar jauh sehingga membuat siswa berpotensi terlambat.
“Jadi mutar. Bisa terlambat. Muter jauh bisa sampai mungkin 20-30 menit lebih lama,” ujar Sudarsih. Seluruh guru, termasuk kepala sekolah dan penjaga sekolah dengan total 11 orang, ikut membantu proses antar jemput.
“Berangkat (sekolah) ini kan gantian (jemputnya). Kalau pulang kan bersama-sama jadi bapak guru mengantar semua,” tambahnya.
Para Guru Sudah Terbiasa Bantu Antar Jemput Siswa
Menurut Sudarsih, para guru di SD tersebut memang sudah terbiasa membantu antar jemput siswa, terutama jika orang tua tidak dapat mengantar anak mereka.
Menjelang Sumatif Akhir Semester (SAS) awal Desember, pihak sekolah juga menyiapkan alternatif pembelajaran di rumah warga jika hujan deras terjadi. Sudarsih berencana memanfaatkan rumah Pak Yanto sebagai lokasi belajar sementara.
“Di rumahnya Pak Yanto itu… Mungkin nanti di lesehan pakai tikar. Itu kalau hujan deras. Kan berbahaya kalau anak-anak lewat. Biar ibu guru saja yang mendekat ke lokasi. Anak-anak tetap aman,” jelasnya.
Total siswa di SD Negeri Kedungmiri berjumlah 37 orang. Nantinya, sebagian guru akan tetap berada di sekolah, sementara sebagian lainnya akan mendampingi siswa yang belajar di rumah warga.
Sudarsih menyampaikan bahwa hari ini pembangunan jalan setapak sudah dimulai sebagai alternatif sementara menunggu perbaikan jalan utama.
Dari foto yang dibagikan, terlihat jalur kayu sudah dipasang. Meski begitu, guru tetap akan berjaga dan menjemput siswa setiap hari.
“Yang pasti akan ada guru piket di tempat lokasi longsor saat kedatangan dan kepulangan. Tetap berjaga di lokasi longsor karena ada anak-anak yang naik sepeda juga, harus tetap dijaga,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply