
KUPANG, KalderaNews.com – Sebuah video keluhan dari orang tua pelajar asal Ngada, Januario Angelus Sera, mendadak viral di wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Unggahan tersebut memicu perhatian besar publik terhadap dugaan kurangnya transparansi dalam pengelolaan dana pembinaan olahraga di daerah tersebut.
Januario, yang merupakan siswa SPENDU Bajawa, sebelumnya berhasil meraih juara pertama cabang karate dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) NTT yang digelar bersamaan dengan Pameran Pembangunan di Kupang pada Agustus 2025.
BACA JUGA:
- Viral! Gara-gara Longsor dan Akses Jalan Terputus, Guru di Bantul Ini Rela Antar Jemput 23 Siswanya Setiap Hari
- Bangunan Sekolah Dinilai Tidak Layak dan Memprihatinkan, Video Siswa MI Bojonegoro Viral dan Banjir Kritik
- Viral di Media Sosial! Dua Siswi di Mahakam Ulu Terjatuh di Jalan Berlumpur Saat ke Sekolah, Warganet Geram
Diduga Uang Hadiah Dibagi Rata untuk Para Peserta, Namun Tidak Ada Transparansi
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) secara resmi menyerahkan hadiah pada 25 November 2025.
Masalah muncul ketika Januario kembali dari latihan karate sambil membawa uang hadiah sebesar Rp 300.000, jauh berbeda dari informasi sebelumnya yang menyebutkan bahwa ia akan menerima Rp 2 juta sebagai penghargaan atas prestasinya. Selisih nominal inilah yang kemudian memantik kontroversi.
Menurut Dispora dan organisasi induk olahraga karate di provinsi, perbedaan jumlah tersebut terjadi karena adanya mekanisme pembagian dana secara internal, yang disebut sebagai bentuk solidaritas antar atlet. Namun, penjelasan tersebut dinilai tidak cukup, terutama karena tidak ada bukti administrasi berupa tanda terima atau kwitansi.
Kepala Dinas Kominfo NTT sekaligus Ketua Panitia Pameran Pembangunan 2025, Frederik Christian Purwanto Koenunu, menyatakan bahwa hadiah telah dibayarkan sesuai prosedur dan sesuai nominal yang tercatat pada dokumen resmi. Meski begitu, dasar pembagian internal serta aliran dana di dalamnya belum dipaparkan secara detail.
Hingga kini, identitas lengkap keluarga Januario termasuk nama ibu yang menerima dana tersebutbelum diungkap ke publik, menambah panjang daftar pertanyaan mengenai transparansi pengelolaan dana pembinaan olahraga di NTT.
Warganet Pertanyakan Sikap Pemerintah
Video keluhan tersebut pun memicu diskusi luas di media sosial. Banyak warganet menilai kasus ini menunjukkan lemahnya pengawasan hingga berpotensi merugikan atlet yang berprestasi.
hendra***: Kejuaraan tunggal bukan beregu, trus berbagi ke siapa? Ke anda? Atau ke official? Coba sebut orangnya yg ikut menikmati 1,7-nya. Ada tanda terimanya ga?
maharani***: Ya Tuhan teganyaaaaa 😡😡
ardha***: Best ibunya ❤️ Selamat deg-degan bapak apak dan seluruh jajaran terkait yang menikmati uang sisanya hahaha.
satya***: INI LOMBA APA PENTAS SENI? KOK YANG DIKASIH ROMBONGAN. LUCU.
aden***: Lah yang lomba 1 orang, kenapa jadi dibagi rata? Beneran ga tuh? Semoga kejadian kayak gini jadi awal perbaikan. Transparansi dan kejujuran harus dijunjung.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply