
JAKARTA, KalderaNews.com – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera terus memakan korban jiwa.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Minggu (30/11/2025) malam, total korban meninggal dunia mencapai 442 jiwa, sementara 402 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Data tragis ini merupakan akumulasi dari tiga provinsi yang terdampak parah: Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh.
BACA JUGA:
- Biang Kerok Banjir Bandang Maut di Sumatera Terkuak! Pakar ITB: Kombinasi Curah Hujan Ekstrem dan “Bunuh Diri” Lingkungan
- Viral! Kontroversi Korban Banjir Jarah Minimarket di Tapanuli Tengah Disusul Bulog Sibolga, Warga Mengaku Kelaparan
- IG Zulkifli Hasan Digeruduk Netizen dan Komentar Dibatasi, Usai Video Lawas Dicecar Harrison Ford Viral, Warganet: Penjahat Alam!
Kepala BNPB, Suharyanto, dalam konferensi pers pada Minggu malam, mengungkapkan bahwa proses pencarian dan pertolongan masih berlangsung intensif, bersamaan dengan upaya pemulihan akses logistik dan transportasi.
Sumatera Utara Catat Korban Terbanyak
Dari tiga provinsi yang terdampak, Sumatera Utara menjadi wilayah dengan dampak korban jiwa tertinggi: Meninggal Dunia: 217 jiwa dan hilang: 209 orang
Korban jiwa terbanyak di Sumut ditemukan di Kabupaten Tapanuli Selatan, seiring dengan operasi pencarian yang terus diperluas.
Sementara itu, jumlah pengungsi di seluruh wilayah terdampak juga melonjak drastis, seiring perpindahan warga dari pengungsian mandiri ke titik-titik pengungsian resmi yang memiliki fasilitas lebih memadai.
Update Korban di Sumbar dan Aceh
Dua provinsi lainnya juga mencatat korban yang tinggi, meskipun kondisi di Sumbar dilaporkan mulai pulih.
Dua provinsi lainnya yang terdampak, yaitu Sumatera Barat dan Aceh, juga mencatat jumlah korban yang signifikan.
- Di Sumatera Barat, korban meninggal bertambah menjadi 129 jiwa dengan 118 orang masih hilang, meskipun kondisi di provinsi tersebut dilaporkan mulai berangsur pulih seiring tidak adanya hujan, dengan Kabupaten Agam menjadi wilayah penyumbang korban jiwa terbanyak (87 orang meninggal).
- Sementara itu, di Aceh, tercatat 96 jiwa meninggal dan 75 orang masih dinyatakan hilang, di mana korban ini tersebar di 11 dari total 18 kabupaten/kota yang terdampak bencana.
Secara akumulatif per 30 November 2025, total korban meninggal dunia di tiga provinsi mencapai 442 jiwa dengan 402 orang masih dalam pencarian.
Di Sumatera Barat, meskipun korban meninggal bertambah menjadi 129 jiwa, Suharyanto menyampaikan kabar baik bahwa situasi mulai berangsur pulih seiring tidak adanya hujan.
Bahkan, sebagian pengungsi di Sumbar telah mulai kembali ke rumah pada siang hari untuk melakukan pembersihan. Kabupaten Agam menjadi wilayah dengan korban jiwa terbanyak di Sumbar, yakni 87 warga meninggal.
Sementara itu, di Aceh, korban jiwa bertambah menjadi 96, dengan 75 orang masih hilang. Suharyanto memastikan bahwa Kota Langsa yang sebelumnya sempat menjadi sorotan, kini sudah dapat diakses dan tidak ditemukan adanya korban meninggal dunia.
BNPB menegaskan bahwa distribusi logistik dan upaya pembukaan akses transportasi darat yang terputus terus menjadi prioritas utama penanganan bencana di Sumatera.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply