The Path To Financial Freedom, EduFulus – Wacana mega-merger antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Grab masih diselimuti ketidakpastian. Tak layak digoreng melulu.
Meskipun telah mendapatkan sinyal positif dari kedua raksasa teknologi tersebut, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara belum menunjukkan komitmen pasti untuk berpartisipasi dalam suntikan dana.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa pihaknya telah diberitahu oleh GoTo dan Grab mengenai proses yang sedang berjalan.
SIMAK JUGA: Isu Santer dan Dinamika Merger GOTO-GRAB dari Masa ke Masa
“Mereka sedang berjalan, menyampaikan juga kepada kita, terbuka juga untuk Danantara kalau ingin berpartisipasi, mereka terbuka,” ujar Rosan usai Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Jakarta, Jumat (29/11/2025).
Keputusan Tergantung Valuasi dan Mekanisme
Namun, sinyal positif ini belum cukup menarik Danantara untuk mengambil langkah nyata. Rosan menegaskan bahwa keputusan investasi Danantara sepenuhnya akan bergantung pada hasil pembahasan yang dilakukan oleh Grab dan GoTo, terutama terkait penentuan valuasi dan mekanisme penggabungan.
“Sekarang kami persilakan dulu untuk Grab dan GoTo ini berjalan proses kerja samanya, atau bentuknya apapun mereka, penggabungan atau apa, kita serahkan dulu ke mereka,” ucap Rosan, mengindikasikan bahwa proses di internal GoTo-Grab masih panjang dan penuh variabel.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa proses negosiasi antara kedua perusahaan masih berada di tahap awal dan belum mencapai kesepakatan final yang mampu meyakinkan investor besar seperti Danantara untuk bergabung.
Kesejahteraan Ojol Jadi Syarat Mutlak
Selain aspek finansial dan valuasi, Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa ada satu syarat utama yang menjadi perhatian serius Danantara sebelum memutuskan berinvestasi: dampak terhadap kesejahteraan mitra pengemudi ojek online (ojol).
Danantara tidak ingin hanya berfokus pada potensi keuntungan dari merger. Jika mereka memutuskan masuk, itu harus diiringi jaminan bahwa kesejahteraan para ojol tetap terjaga atau bahkan meningkat.
“Kalau Danantara masuk, ya kita ingin memastikan kesejahteraan ojol, justru itu yang paling utama buat kami,” tegasnya.
Tuntutan untuk menjamin nasib mitra pengemudi ini menjadi lapisan kompleksitas baru yang harus diselesaikan oleh GoTo dan Grab, yang berpotensi menjadi batu sandungan dalam proses due diligence investasi Danantara.
SIMAK JUGA: Kode Saham GOTO Seri B di SDHSM Berubah Jadi GOTOM, Apa itu Saham dengan Hak Suara Multipel (SDHSM)?
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika Anda ingin bekerjasama dengan kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply