Kasus Penganiayaan di Langkat, Dua Siswa SMA Akhirnya Dikeluarkan Setelah Videonya Viral

Aksi kekerasan siswa SMA di Langkat/Tangkapan layar Facebook (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

LANGKAT, KalderaNews.com – Dua siswa SMA di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara akhirnya dikeluarkan dari sekolah setelah video mereka yang menganiaya seorang remaja menjadi viral di media sosial.

Keputusan ini diambil setelah pihak sekolah memastikan bahwa tindakan kedua siswa tersebut termasuk pelanggaran berat dalam tata tertib sekolah.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumatera Utara Wilayah II, Abdul Kediri Sumorangkir, menjelaskan bahwa pihaknya sudah menelusuri langsung kejadian itu ke sekolah di Kecamatan Tanjung Pura.

 “Jadi rupanya pelaku dan korban ini tetangga,” ujar Abdul

BACA JUGA:

Kronologi penganiayaan pelajar oleh siswa SMA di Langkat

Peristiwa bermula saat korban berinisial B (16) diduga menggeber sepeda motornya di depan pelaku yang sedang duduk di warung.

“Nah, versi korban, dia bukan geber-geber. Tapi memang motornya sudah tua jadi tarikan gasnya harus agak kuat biar gak mati-mati,” ucap Abdul.

Dugaan provokasi itu berujung pada tantangan berkelahi dari kedua pihak, hingga akhirnya mereka sepakat bertemu di lokasi kejadian.

Abdul menambahkan, “Korban membawa empat orang teman sedangkan pelaku dengan belasan rekannya. Itu lah jumpa mereka di lokasi kejadian dan ternyata itu cukup jauh dari sekolah. Berantam lah orang itu seperti di dalam video.”

Menurutnya, tindakan kedua siswa tersebut termasuk pelanggaran berat.

“Nah, dalam peraturan sekolah, apa yang dilakukan pelaku itu pelanggaran berat. Jadi keputusannya, dua siswa tersebut akan dikeluarkan dari sekolah,” jelasnya.

Abdul juga menyoroti lemahnya peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP) dalam mengawasi siswa.

 “Jadi seharusnya seluruh siswa itu pulang jam empat sore. Bukan hanya yang mengikuti ekskul. Di situ lah seharusnya wadah konsultasi guru dan wali kelas terhadap para siswa,” katanya.

Sementara itu, pihak Polres Langkat telah mengamankan dua pelaku berinisial LT dan MR untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

 “Untuk sementara kami sudah amankan dua orang,” ujar Kasat Reskrim Polres Langkat AKP David, Minggu (26/10/2025).

Ia menambahkan, status keduanya masih sebagai terperiksa. “Ya ini beberapa saksi masih dimintai keterangan untuk mendalami apa yang terjadi. Lebih lanjut nanti diinformasikan ya,” ucapnya.

Video penganiayaan itu sempat menyebar luas di media sosial. Dalam rekaman berdurasi singkat, terlihat korban dipukuli dan ditendang oleh sejumlah siswa berseragam pramuka hingga terjatuh ke semak-semak di pinggir jalan, lalu kembali diserang saat berusaha bangkit.

Kejadian ini menimbulkan keprihatinan publik dan menjadi sorotan terhadap pentingnya pengawasan karakter siswa di lingkungan sekolah agar kasus serupa tidak terulang kembali.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


984 views