
SIBOLGA, KalderaNews.com – Seorang pria asal Sibolga menyampaikan permohonan maaf setelah mengakui telah mengambil tiga bungkus mi instan dari sebuah minimarket.
Ia mengungkapkan bahwa tindakannya dilakukan karena terpaksa demi memberi makan anaknya yang kelaparan, dan berjanji akan mengganti barang tersebut ketika keadaan kembali stabil.
Kejadian ini berlangsung di tengah situasi darurat pasca banjir dan longsor yang memutus jalur utama menuju Sibolga dan Tapanuli Tengah selama lima hari.
BACA JUGA:
- Viral! Kontroversi Korban Banjir Jarah Minimarket di Tapanuli Tengah Disusul Bulog Sibolga, Warga Mengaku Kelaparan
- Banjir di Aceh Kepung Sekolah IT Pante Gelima, Ratusan Guru dan Siswa Terjebak Selama 2 Hari
- Lumpuh Total dan Jadi Benteng Evakuasi Korban Banjir, Sekolah di Padang dan Pariaman Libur Total, Lainnya Menyusul
Distribusi Terhambat Buat Warga Harus Menjarah
Terhambatnya distribusi membuat stok bahan makanan menurun drastis dan harga kebutuhan pokok melonjak tajam.
Selain itu, listrik mati total dan jaringan komunikasi lumpuh, membuat warga tidak dapat mengakses ATM.
“Telur Rp15 ribu sebutir, cabai Rp200 ribu per kg. Apalagi gak ada tempat ambil uang, uang kami udah pada habis, makanya semua ujungnya menjarah,” kata Syakila, warga sekitar.
Sementara itu, bantuan logistik tahap kedua sebanyak 5,5 ton telah tiba di Bandara Pinangsori, Tapanuli Tengah.
Namun, menurut Kepala BNPB Letjen Suharyanto, akses darat menuju Sibolga hingga Minggu (30/11) masih belum dapat dibuka, sehingga distribusi sementara dilakukan melalui jalur udara dan laut.
Pemerintah juga mengirimkan tiang listrik menggunakan pesawat Hercules untuk mempercepat pemulihan pasokan listrik di Sibolga dan Tapanuli Tengah.
Banyak Warganet Bersimpati Atas Kejadian Ini
Di tengah keterbatasan listrik, komunikasi, serta keterlambatan distribusi bantuan, dukungan dan simpati mengalir dari berbagai penjuru linimasa.
Sebagian warganet mencoba memahami kondisi psikologis korban bencana, sementara yang lain menyuarakan kritik terhadap lambatnya penanganan pemerintah.
Ruslan Grafika: Salut buat bpk ini, gimana pun klau udah dalam keadaan darurat yg haram pun bisa jadi halal tpi sekedarnya
Muliati Muliati: Maafkan kami pak. G bs berbuat apa2. Semoga bantuan lekas sampai. Jalur darat masih terisolir (apabila), ada yg terketuk menggunakan helikopter.
Jonod: Kalau urusan perut saya gak bisa menyalahkan apa lagi buat anak dan ke adaan darurat gini
Suprianto Harun: Indonesia itu system birokrasi nya ribet bantuan kemanusiaan saja susah nya kesana kemarin blum lagi yg di sortir
Riyanto Puma: Hebat…bapak orang jujur.semoga semua kembali baik…
Sumarlan Alan: Pemerintah setempat kemana aja
Albertus Al: Yang menghujat sebelumnya kan nggk punya otak,, mereka mau marah kah, jarah kah,, kalian jangan berfikir negatif,, mereka itu kelaparan,, kehilangan segalanya,,, waja aja, kerna perhatian terkesan lambat dari pemerintah…. Kalian harus berfikir kalau kalian di posisi mereka.
R Liesye Listy: Demi menyambung hidup gpp pk walau ga d byr pun,,cm mie 3 bks biar tdk bayar,, d banding koruptor merugikan negara smpe milyaran jumlahx rakyat jg ikut kena dampakx
Itss Wendy: Nangis banget di ig president nggak ada upload yang berkaitan dengan bencana ini, seakan tone-deaf.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply