JAKARTA, KalderaNews.com – Mahasiswa terdampak bencana di wilayah Sumatera akan diberi santunan sampai Rp15 juta. Begini penjesannya!
Santunan tersebut bakal disalurkan melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Bantuan ini tidak hanya berupa uang tunai, tetapi juga melibatkan mobilisasi kampus di seluruh Indonesia dalam dua skema penanganan bencana.
BACA JUGA:
- Darurat Banjir, 8 Kampus di Aceh dan Sumatera Pindah Kuliah Daring! Ujian Diundur Januari 2026
- 1.009 Sekolah Terdampak Banjir Sumatera, SD Paling Banyak Terdampak
- 30 SD di Aceh Barat Lumpuh Total Diterjang Banjir! Ribuan Murid Terancam Tak Sekolah
Santunan capai Rp15 juta
Sekretaris Jenderal Kemendikti saintek, Togar M. Simatupang, memastikan pihaknya telah menyiapkan dana santunan untuk biaya hidup bagi mahasiswa yang mengalami dampak terburuk dari bencana di Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Jambi.
Besaran santunan yang diberikan cukup besar dan bervariasi, yakni berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 15 juta.
“Santunan ini disiapkan khusus bagi mahasiswa yang sangat terdampak. Ini juga mencakup mereka yang berdomisili di luar wilayah terdampak namun orangtua atau keluarganya di Sumatera mengalami kesulitan atau meninggal dunia,” ujar Togar.
Dua skema bantuan komprehensif
Selain santunan uang tunai, Kemendikti pun mengaktifkan dua skema bantuan lain yang melibatkan peran aktif kampus.
Kampus jadi posko koordinasi lapangan di Sumatera
Sebanyak 13 perguruan tinggi di wilayah terdampak (Aceh, Sumbar, Sumut, dan Jambi) ditetapkan sebagai posko pusat koordinasi akademik dan pelaksanaan bantuan langsung di lapangan.
Kegiatan di posko berfokus pada delapan bidang pengabdian masyarakat, seperti penyediaan logistik, pemulihan infrastruktur dasar (misalnya air bersih), hingga penanganan masalah kesehatan mental.
Mahasiswa bertugas mengoperasikan posko dan mengidentifikasi kebutuhan mendesak, seperti pembuatan filter air. Dana operasional sepenuhnya didukung oleh Kemendikti.
Dukungan teknologi jarak jauh dari Jawa
Tujuh sampai sembilan perguruan tinggi di Pulau Jawa, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) dan UGM (Universitas Gadjah Mada), bertindak sebagai posko pendukung teknologi jarak jauh.
Posko ini berfungsi mengkoordinasikan bantuan yang membutuhkan sentuhan teknologi.
Contohnya, menggunakan software untuk pemetaan lokasi korban, pembuatan filter membran air bersih yang canggih di Jawa lalu dikirim ke Sumatera, hingga penggunaan drone untuk pemantauan.
Dengan skema bantuan yang terintegrasi ini, Kemendikti saintek berharap dapat meringankan beban para mahasiswa dan keluarga di Sumatera, sekaligus memanfaatkan kemampuan akademik dan teknologi perguruan tinggi untuk pemulihan pascabencana.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply