
LEBAK, KalderaNews.com – BADUY. Salah satu daerah di Indonesia yang masih memegang teguh akan tradisi dan kearifan lokalnya, tepatnya di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dan lokasi geografisnya berada di kaki Pegunungan Kendeng.
Baduy itu sendiri terbagi menjadi dua bagian, yakni baduy dalam dan baduy luar. Beberapa perbedaan dari keduanya yakni:
| Baduy Dalam | Baduy Luar | |
| Dominasi Warna Pakaian | Hitam, putih | Hitam, biru dongker , batik (paduan biru dongker dan hitam) |
| Teknologi | Melarang masuknya teknologi | Terbuka akan teknologi |
| Ekonomi atau Pekerjaan | Mayoritas bertani | Hasil kerajinan tangan (kain tenun, tas kecil, gantungan kunci, dll), madu hutan, dll |
| Wilayah | Bagian pedalaman selatan (pedalaman); Cibeo, Cikeusik, dan Cikartawana. | Tersebar di puluhan kampung di wilayah sekitar Baduy Dalam. |
| Penerangan | Sentir atau lampu minyak | Tenaga Surya |
Terdapat dua jalur ketika ingin menempuh perjalanan ke baduy dalam, yaitu dari Ciboleger dengan estimasi waktu 5-6 jam, sedangkan yang dari Cijahe hanya 1.5 – 2 jam. Kedua jalur tersebut mempunyai pemandangan yang sama- sama menarik dan memanjakan mata dan sangat disayangkan jika tidak menikmatinya.
BACA JUGA:
- Wae Rebo Uye!
- Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta, di Sini Karakter Sang Proklamator Terbentuk
- Serunya Bercengkerama di Pelataran Jam Gadang
Namun yang sedikit membedakan dari kedua jalur tersebut adalah, kalau dari arah Ciboleger kita akan dimanjakan dengan jalur yang sangat menantang, dari banyaknya bukit, naik turunnya jalanan (curam), banyaknya bebatuan, banyaknya sungai, jembatan bambu yang memang cukup menggugah adrenalin para pejalan kaki.
Sedangkan kalau dari arah Cijahe, kita akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang sebagian besar adalah ladang pertanian, ada perbukitan juga, namun untuk kondisi jalan nya memang tidak seekstrim dan lebih landai dari arah Ciboleger.

Namun, tidak bisa dipungkiri, keduanya memiliki daya tarik masing- masing yang memang harus dicoba keduanya dan sangat disayangkan jika sampai melewatkan salah satu jalur tersebut.
Bagi pengunjung yang membawa kendaraan dan startnya dari Ciboleger, namun turun melalui jalur Cijahe, untuk menuju ke Ciboleger bisa dengan menyewa mobil pick up atau sewa orang untuk mengantarkan kendaraannya, karena perjalanan dari Ciboleger ke Cijahe cukup jauh, memakan waktu 1,5 jam.

Hal tersebut tidak menjadi masalah karena akan selalu dimanjakan oleh pemandangan alam yang sangat luar biasa indahnya.
Terdapat beberapa aturan yang memang harus diikuti dan hal-hal unik yang ditemukan ketika kita memutuskan untuk berkunjung ke baduy dalam, diantaranya; kita akan menemukan orang- orang baduy tidak memakai alas kaki, anak- anak tidak mengenal pendidikan formal (mereka belajar membaca dan menghitung secara otodidak), handphone wajib dimatikan selama di baduy dalam, tidak boleh mandi pakai sabun, tidak boleh sikat gigi menggunakan pasta gigi, dan benda- benda lain yang mengandung bahan kimia.

Sedangkan, untuk tempat mandi cowok di sungai, sedangkan untuk cewek di tempat khusus yang ada pancuran dan ditutup dengan pagar dari bambu yang dibuat seadanya. Lokasi yang digunakan untuk mandi berbeda dengan yang untuk BAB atau buang air kecil, walaupun secara fisik juga sebenarnya hampir sama, yakni di di sungai dan di sekitaran lokasi baduy dalam.
Jika kita memutuskan berwisata ke baduy dalam, jangan lupa juga untuk membawa bahan makan sendiri, yang nantinya untuk bekal makan kita selama tinggal di baduy dalam.

Untuk aturan menginapnya pun hanya boleh semalam, terkecuali memang ada kepentingan khusus yang harus dilakukan berhari- hari dan itu atas izin dari kepala suku baduy dalam.
Hal itu untuk menjaga tradisi dan kearifan lokal masyarakat Baduy dalam itu sendiri agar tetap terjaga dengan baik di tengah banyaknya perubahan sosial akibat globalisasi.

BADUY, menjadi salah satu tempat yang layak dan harus dikunjungi, bahkan dijadikan wishlist sekali seumur hidup. Karena dengan kita berkunjung kesana kita bisa belajar banyak hal dari segala sisi, terutama kehidupan sosialnya yang memang sangat berbeda dengan kehidupan kita yang sudah terkontaminasi dengan kemajuan zaman.
Tidak ada salahnya kita istirahat sejenak dari kehidupan sosial media, untuk melihat kembali diri kita yang sesungguhnya dan kiri kita yang dulu tanpa sosial media dan kemajuan zaman ini. Percaya, akan banyak cerita dan hal baik yang akan didapat setelah kita berkunjung dan mengenal langsung orang Baduy.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply