JAKARTA, KalderaNews.com- Artikel ini mengulas contoh deskripsi nilai ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis) yang dicantumkan dalam rapor siswa sesuai dengan ketentuan resmi.
Penilaian kegiatan Rohis mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2014, yang mengatur kewajiban pencatatan hasil kegiatan ekstrakurikuler dalam dokumen penilaian sekolah.
Deskripsi nilai ekskul Rohis menjadi acuan untuk menilai keterlibatan siswa dalam kegiatan keagamaan di sekolah.
BACA JUGA:
- 20 Contoh Catatan Wali Kelas di Rapor untuk Memotivasi Siswa Agar Lebih Giat Belajar
- 5 Contoh Surat Undangan Pengambilan Rapor untuk Jenjang TK-SD, Singkat dan Mudah Disesuaikan
- 50 Catatan Wali Kelas Paling ‘Jleb’ di Rapor, Ada Pujian Juara Kelas sampai Sentilan Pedas bagi Si Malas!
Sistem penilaian dilakukan secara kuantitatif dengan memperhatikan keikutsertaan serta pencapaian peserta didik selama mengikuti kegiatan.
Pelaksanaan ekstrakurikuler ini berlangsung di luar jam pelajaran dengan pendampingan dan pengawasan dari pihak sekolah.
Penilaian ekstrakurikuler Rohis dalam rapor bertujuan mendukung pengembangan potensi siswa secara menyeluruh.
Fokus kegiatan diarahkan pada penguatan bakat, minat, kepribadian, kemampuan bekerja sama, serta kemandirian peserta didik. Bentuk kegiatannya beragam, mulai dari aktivitas keagamaan, krida, karya ilmiah, hingga latihan pengembangan bakat dan minat.
Kegiatan Ekstrakurikuler Rohis
Ekstrakurikuler Rohis umumnya memiliki agenda rutin yang dilaksanakan setiap pekan. Proses pembelajaran agama Islam dilakukan melalui diskusi kelompok dengan pendekatan tematik, sehingga siswa dapat mendalami topik tertentu secara lebih fokus dan terarah.
Selain kegiatan di dalam ruangan, Rohis juga sering mengadakan pembelajaran di alam terbuka melalui kegiatan tafakur alam. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran spiritual dengan mengajak siswa merenungkan kebesaran Allah Swt. melalui ciptaan-Nya.
Secara umum, Rohis menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang keagamaan. Di sejumlah sekolah, Rohis juga dikenal sebagai Dewan Keluarga Masjid (DKM). Organisasi ini umumnya terdapat di tingkat SMP dan SMA serta dikelola dalam bentuk organisasi siswa.
Dalam struktur organisasinya, Rohis memiliki susunan kepengurusan yang terdiri atas ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan beberapa divisi sesuai tugas masing-masing.
Selain itu, Rohis biasanya dilengkapi dengan program kerja serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai pedoman kegiatan.
Beberapa contoh kegiatan ekstrakurikuler Rohis yang lazim dilaksanakan di sekolah antara lain malam bina iman dan takwa (mabit) yang dilakukan dengan bermalam bersama, kegiatan baca tulis Al-Qur’an (BTA), perbaikan bacaan Al-Qur’an melalui tahsin, penghafalan Al-Qur’an secara rutin, pelatihan motivasi untuk menyeimbangkan kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional, serta kelompok belajar yang bertujuan mencetak siswa muslim berprestasi.
Contoh Deskripsi Nilai Ekskul Rohis di Rapor
Berikut adalah contoh dari deskripsi nilai ekskul rohis yang bisa membantu guru menyusun penilaian yang jelas dan sesuai:
- Peserta didik mampu membaca makhraj huruf dengan tepat, namun masih perlu latihan membaca huruf hijaiyah yang bersambung.
- Ananda mudah menghafal ayat-ayat pendek Al-Qur’an beserta penerapan ilmu tajwidnya.
- Peserta didik mampu memahami dasar-dasar agama Islam dan menumbuhkan karakter Islami dalam kehidupan sehari-hari.
- Peserta didik telah menghafal surat-surat pendek dengan lancar, meskipun beberapa kaidah tajwid perlu ditingkatkan.
- Peserta didik menunjukkan rasa percaya diri yang baik saat berpidato atau menyampaikan kultum di depan kelas.
- Peserta didik memahami rukun iman dan rukun Islam dengan benar.
- Peserta didik mampu membedakan bacaan panjang dan pendek dalam Al-Qur’an.
- Peserta didik memiliki sikap santun dan sopan selama mengikuti kegiatan Rohis.
- Peserta didik cukup baik dalam menghafal hadits-hadits pendek.
- Peserta didik menunjukkan perkembangan positif dalam pemahaman dan pengamalan ajaran Islam.
- Peserta didik memiliki potensi baik dalam menghafal surat-surat pendek beserta artinya.
- Peserta didik mampu bekerja sama dengan teman dalam kegiatan keagamaan.
- Peserta didik memahami adab pergaulan dalam Islam dan berusaha menerapkannya.
- Peserta didik aktif mengikuti kegiatan Rohis dan menunjukkan sikap disiplin.
- Peserta didik mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil dan irama yang cukup baik.
- Peserta didik memahami makna ibadah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
- Peserta didik menunjukkan akhlak terpuji kepada guru dan teman.
- Peserta didik mampu menghafal doa-doa harian dengan baik.
- Peserta didik memiliki minat tinggi dalam mempelajari ilmu keislaman.
- Peserta didik mampu menyampaikan pendapat tentang materi keislaman secara sederhana.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply