
VATIKAN, KalderaNews.com – Pemimpin tertinggi Gereja Katolik yang baru, Paus Leo XIV, menyampaikan pesan Hari Raya Natal perdananya di hadapan ribuan jemaat yang memadati Basilika Santo Petrus, Vatikan, Kamis (25/12/2025).
Dalam tradisi berkat Urbi et Orbi (untuk kota dan dunia) dari balkon utama basilika, Paus menekankan urgensi perdamaian global serta keberanian moral di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan krisis kemanusiaan yang melanda berbagai belahan dunia.
Momen ini menjadi sangat bersejarah karena merupakan perayaan Natal pertama bagi Paus Leo XIV sejak terpilih pada Mei 2025 untuk menggantikan mendiang Paus Fransiskus yang wafat pada April lalu.
BACA JUGA:
- Jejak Pendidikan dan Karya Robert Francis Prevost alias Paus Leo XIV, Ternyata Sarjana Matematika Lho!
- Tak Terduga Paus Leo XIV Pernah Kunjungi Indonesia 2003 Sebagai Prior OSA
- Inilah Profil Lengkap Kardinal Robert Prevost, Paus ke-267 yang Mengambil Nama Paus Leo XIV
Dalam homilinya, Paus Leo XIV memberikan penekanan khusus pada nilai kerendahan hati dengan merefleksikan kelahiran Yesus Kristus di kandang yang sederhana.
Ia mengingatkan umat manusia bahwa spiritualitas tidak dapat dipisahkan dari kemanusiaan. “Tidak ada ruang bagi Tuhan jika tidak ada ruang bagi sesama manusia. Menolak yang satu berarti menolak yang lain,” tegasnya.
Pesan ini menjadi teguran halus namun tajam bagi dunia yang kian individualis, seraya mengajak seluruh masyarakat global untuk kembali membuka ruang bagi pengungsi, kaum miskin, dan mereka yang terpinggirkan.
Tak hanya berbicara mengenai iman, Paus juga melontarkan kritik keras terhadap sistem ekonomi global saat ini yang dinilainya telah menyimpang jauh dari nilai kemanusiaan.
Ia menyayangkan kecenderungan dunia yang memperlakukan manusia hanya sebagai komoditas demi mengejar keuntungan material semata.
Menurutnya, kegagalan sistem ini tercermin dari masih banyaknya masyarakat yang menderita akibat kemiskinan ekstrem dan konflik bersenjata.
Secara lantang, ia menyerukan agar martabat manusia dijunjung tinggi di atas segalanya, karena menolak membantu mereka yang miskin sama saja dengan menolak kehadiran Tuhan itu sendiri.
Menutup rangkaian pesan Natal yang disiarkan langsung ke jutaan pemirsa di seluruh dunia tersebut, Paus Leo XIV mendorong para pemimpin negara untuk lebih mengedepankan dialog ketimbang kekuatan senjata.
Ia mengajak umat Katolik untuk menjadikan Natal sebagai momentum memperkuat persaudaraan universal dan menjadi pembawa cahaya di tengah kegelapan dunia yang penuh ketidakpastian.
Harapannya, empati dan komitmen terhadap perdamaian dapat menjadi pondasi baru dalam menyelesaikan berbagai persoalan internasional di tahun-tahun mendatang.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply