BEI ‘Pasang Badan’ Lawan Ultimatum MSCI, Emiten Wajib Transparan Soal Data Pemilik, Hindari Degradasi Frontier Market

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy (EduFulus/Ist)
Sharing for Empowerment

The Path To Financial Freedom, EduFulus – Tak ingin pasar modal Indonesia terus-menerus menjadi bulan-bulanan investor global, Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya mengambil langkah radikal.

Pasca insiden trading halt akibat IHSG yang anjlok 8%, BEI kini mewajibkan seluruh emiten untuk membongkar habis informasi pihak-pihak yang berelasi dengan pemilik asli dan pengendali perusahaan.

SIMAK JUGA: Pasar Modal RI Terancam Eksodus Modal: MSCI Bekukan Indeks Saham Indonesia, Ada Apa dengan Free Float?

Langkah “telanjang data” ini merupakan respons langsung atas tamparan keras MSCI yang meragukan transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia. BEI sadar bahwa perbaikan minor saja tidak cukup untuk meredam kecurigaan dunia.

Kejar Tayang Sebelum Mei: KSEI Siap Bedah Data Real-Time

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, menegaskan bahwa pihaknya berpacu dengan waktu sebelum tenggat peninjauan ulang MSCI pada Mei mendatang. BEI akan menambah detail klasifikasi investor dari yang saat ini hanya 9 jenis data.

“Kedepan kami harap bisa lebih detail. Kita akan tambah berapa jenis investor lagi di bawahnya. Informasi itu harus bisa disampaikan ke publik melalui bursa. Jadi KSEI kasih data hari-H ke bursa, lalu langsung diumumkan,” tegas Irvan dalam konferensi pers di Gedung BEI, Rabu (28/1/2026).

Tak Ada Lagi ‘Akun Hantu’ di Balik Free Float

Dalam aturan baru yang sedang digodok, emiten wajib mendefinisikan secara ketat siapa saja pemilik mayoritas, porsi direksi, hingga peran underwriter.

BEI ingin memastikan tidak ada lagi “investor publik palsu” yang sebenarnya adalah tangan kanan pengendali.

Pembaruan data ini akan merinci porsi kepemilikan oleh:

  • Manajer Investasi (Asset Management)
  • Dana Kekayaan Negara (Sovereign Wealth Fund/SWF)
  • Korporasi serta rincian Asing vs Lokal yang lebih mendalam.

Lobi Global: Dekati FTSE demi Pulihkan Kepercayaan

Selain fokus pada syarat MSCI, BEI juga mulai membangun benteng pertahanan dengan menggandeng penyedia indeks global lainnya, yakni FTSE.

Irvan menyebut pihaknya akan berdiskusi lebih lanjut dengan FTSE untuk memahami standar transparansi apa yang mereka harapkan agar kepercayaan pasar kembali pulih.

“Sebenarnya informasi pemegang saham seperti apa yang diharapkan? Jadi ke depan kami harap bisa lebih detail,” tambah Irvan.

Langkah berani BEI ini menjadi pertaruhan besar. Jika transparansi baru ini berhasil memuaskan MSCI sebelum Mei, Indonesia mungkin bisa lolos dari lubang jarum degradasi ke Frontier Market.

Namun, jika emiten masih enggan terbuka, bayang-bayang outflow triliunan rupiah akan terus menghantui lantai bursa.

SIMAK JUGA: Rontok! Sesi 2 IHSG Sekarat, Trading Halt Gegara MSCI

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika Anda ingin bekerjasama dengan kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


740 views